TRENGGALEK – Menjelang berakhirnya masa pengabdiannya sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek pada 1 Juli 2026, Edy Soepriyanto memimpin apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) dari empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di halaman Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Kamis (25/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Edy menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para ASN, terutama terkait pentingnya melakukan introspeksi diri dan menumbuhkan rasa malu sebagai bagian dari etika dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.


Menurutnya, dinamika pemerintahan saat ini jauh berbeda dibandingkan masa lalu. Sejak era reformasi tahun 1998, perubahan terus terjadi hingga menjadikan ASN sebagai pihak yang selalu berada dalam sorotan publik.
“Karena itu ASN harus terus melakukan introspeksi diri. Mari tumbuhkan rasa malu agar kita selalu menjaga integritas dan profesionalisme dalam bekerja,” ujar Edy di hadapan peserta apel.


Apel tersebut diikuti pegawai dari Dispendukcapil, Dinas Perikanan dan Peternakan, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA), serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Edy menegaskan bahwa ASN merupakan abdi negara yang memiliki tugas utama membantu kepala daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia mengingatkan agar setiap pegawai melayani warga dengan sepenuh hati karena setiap masyarakat yang datang ke kantor pemerintahan memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi.
“Masyarakat yang datang ke kantor tentu membutuhkan pelayanan. Oleh sebab itu, layani mereka dengan baik, ramah, dan penuh tanggung jawab,” pesannya.


Selain menekankan pentingnya pelayanan publik, Edy juga mengingatkan bahwa tantangan birokrasi ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, ASN dituntut terus meningkatkan kualitas kerja, profesionalisme, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.


Tak hanya itu, ia turut membagikan pengalaman mengenai pentingnya kreativitas dalam menghadapi keterbatasan anggaran. Menurutnya, inovasi sederhana dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
Ia mencontohkan kebiasaan pada masa lalu ketika berbagai barang bekas kantor yang masih layak dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan operasional, seperti kertas bekas yang diolah menjadi amplop dinas. Langkah sederhana tersebut dinilai mampu menekan pengeluaran sekaligus menumbuhkan budaya hemat di lingkungan pemerintahan.
“Semangat kreatif dan efisien seperti ini perlu terus dikembangkan agar ASN mampu menjawab berbagai tantangan ke depan,” katanya.


Di penghujung apel, Edy Soepriyanto menyampaikan salam perpisahan kepada seluruh peserta. Ia juga memohon maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat ucapan maupun tindakan yang kurang berkenan.
Momen tersebut berlangsung penuh keakraban dan menjadi salah satu kesempatan bagi Sekda Trenggalek untuk menyampaikan pesan terakhir kepada ASN sebelum mengakhiri masa baktinya sebagai birokrat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page