
SUMENEP – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan terlihat dalam kegiatan gotong royong yang digelar di kawasan menuju wisata religi Asta Tinggi, Sabtu (21/6/2026). Kegiatan yang melibatkan ASN, personel TNI, Polri, serta masyarakat itu berlangsung meriah dengan penuh antusiasme.
Para peserta bahu-membahu melakukan berbagai aktivitas, mulai dari menyapu jalan, mengangkut sampah, memangkas pohon, menanam pohon hingga mengecat gapura dan tembok di sepanjang akses menuju kawasan bersejarah tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus rangkaian Bulan Bung Karno yang bertepatan dengan pelaksanaan aksi bersih-bersih tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini Pemkab Sumenep melalui Dinas Lingkungan Hidup bersama berbagai elemen masyarakat melaksanakan kerja bakti di area menuju Asta Tinggi. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan sampah, pemangkasan dan penanaman pohon, serta pengecatan gapura dan tugu,” ujarnya.
Menurut Anwar, gotong royong tersebut tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan indah, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh bangsa, pahlawan, serta para raja yang dimakamkan di kompleks Asta Tinggi.
Ia berharap kegiatan itu mampu menumbuhkan semangat kepedulian terhadap lingkungan, khususnya di kalangan generasi muda.
“Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak-anak muda untuk terus menjaga kebersihan serta melestarikan warisan sejarah yang kita miliki,” katanya.
Anwar menegaskan, Asta Tinggi merupakan salah satu ikon Kabupaten Sumenep yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi. Selain menjadi destinasi wisata religi unggulan di Madura, kawasan tersebut juga menjadi tempat peristirahatan terakhir para raja dan keluarga Keraton Sumenep dengan arsitektur khas yang memadukan unsur budaya dan nuansa spiritual.
Karena itu, menurutnya, upaya menjaga kebersihan dan keindahan kawasan Asta Tinggi harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya pada momen-momen tertentu.
“Kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan agar kawasan Asta Tinggi tetap bersih, asri, dan nyaman bagi para peziarah maupun wisatawan yang berkunjung,” tegasnya.
Sementara itu, Komandan Batalyon Infanteri 931/Satria Joko Tole, Letda Inf Nifan, mengungkapkan pihaknya menerjunkan sekitar 100 prajurit untuk mendukung kegiatan gotong royong tersebut.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan personel TNI dalam aksi bersih-bersih lingkungan sudah dilakukan secara bertahap. Pada pekan sebelumnya, pembersihan difokuskan di sepanjang ruas jalan dari Jembatan Kebonagung hingga kawasan Makam Pahlawan. Sedangkan kali ini kegiatan dipusatkan di jalur menuju Asta Tinggi.
“Kami dari Batalyon 931 Satria Joko Tole sangat mendukung gerakan gotong royong ini. Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana yang sehat dan nyaman, terutama bagi masyarakat maupun para peziarah yang datang ke wisata religi Asta Tinggi,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri dan masyarakat, kawasan Asta Tinggi diharapkan semakin terjaga kebersihan, keindahan dan kelestariannya sebagai salah satu destinasi religi dan sejarah kebanggaan Kabupaten Sumenep.