
SUMENEP – Semangat literasi tampak begitu terasa di SDN Batuan 1, Kabupaten Sumenep, Selasa (12/05/2026). Kehadiran mobil Perpustakaan Keliling (Perpusling) milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep disambut antusias oleh ratusan siswa yang ingin menikmati berbagai koleksi buku bacaan edukatif.
Sedikitnya 140 siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh keceriaan. Sejak pagi, para pelajar tampak memadati area sekitar mobil Perpusling untuk memilih buku favorit mereka. Mulai dari buku cerita anak, pengetahuan umum, hingga bacaan bergambar menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa.
Suasana sekolah pun berubah menjadi lebih hidup. Di bawah rindangnya pepohonan, para siswa terlihat asyik membaca bersama teman-temannya didampingi guru pendamping. Tawa dan semangat belajar terpancar sepanjang kegiatan berlangsung.
Program Perpusling itu merupakan salah satu langkah Dispusip Kabupaten Sumenep dalam memperluas akses literasi sekaligus menanamkan budaya membaca kepada anak-anak sejak usia dini.
Kepala SDN Batuan 1, Saida, S.Pd.I, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan layanan perpustakaan keliling tersebut. Menurutnya, kegiatan itu mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus meningkatkan minat baca siswa.
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya Perpusling ini. Anak-anak terlihat sangat antusias membaca buku yang dibawa. Program seperti ini sangat baik untuk menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini,” ujarnya.
Ia juga menilai, keberadaan perpustakaan keliling menjadi alternatif pembelajaran yang efektif di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang kini banyak memengaruhi aktivitas anak-anak.
Di sisi lain, Pustakawan Ahli Muda Dispusip Kabupaten Sumenep, Drs. Syaiful Bahri, menjelaskan bahwa layanan Perpusling merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendekatkan budaya literasi kepada masyarakat, khususnya pelajar.
“Melalui Perpusling, kami ingin menghadirkan buku lebih dekat dengan anak-anak agar mereka semakin gemar membaca dan memiliki wawasan yang luas,” kata Syaiful Bahri.
Menurutnya, Dispusip terus berupaya menciptakan metode literasi yang lebih menarik dan tidak membosankan agar anak-anak merasa nyaman saat membaca buku.
“Budaya membaca harus tetap dijaga meski saat ini anak-anak hidup di era digital. Karena itu kami menghadirkan suasana belajar yang santai dan menyenangkan supaya mereka lebih tertarik untuk membaca,” tambahnya.
Kegiatan Perpusling tersebut mendapat sambutan positif dari para siswa maupun tenaga pendidik SDN Batuan 1. Dispusip Kabupaten Sumenep berharap program tersebut dapat terus mendorong lahirnya generasi muda yang cerdas, kreatif, dan memiliki daya saing melalui budaya literasi yang kuat.