TRENGGALEK – Tradisi adat Metri Bumi di Sumber Gedong, Kompleks Makam Punden Sari, Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, atau yang akrab disapa Mas Ipin, melihat langsung bukti keharmonisan tersebut. Di tengah musim kemarau panjang, masyarakat setempat masih dapat menanam padi karena debit air dari mata air Sumber Gedong tetap mengalir deras untuk mengairi persawahan.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari kelestarian alam di sekitar sumber mata air. Sejumlah pohon besar yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun masih tumbuh dan terjaga di kawasan tersebut.
“Ini pesan, selama kita masih bisa melestarikan seperti ini, alam dengan izin Tuhan bisa memberikan kebaikan untuk kita. Baik itu berupa panen atau yang lain-lain,” kata Mas Ipin saat mengikuti upacara adat Metri Bumi, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, kondisi Sumber Gedong menjadi contoh nyata bahwa menjaga alam pada akhirnya juga berarti menjaga kehidupan masyarakat. Kelestarian pohon dan kawasan sumber air memberikan manfaat langsung, terutama bagi warga yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.
Mas Ipin menegaskan, pelaksanaan Metri Bumi bukan sekadar kegiatan adat, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan.
Ia menjelaskan, kedatangan masyarakat ke sumber-sumber air bukan dimaksudkan untuk melakukan kegiatan yang menyimpang dari kaidah agama. Sebaliknya, kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat sumber kehidupan.
Dalam kegiatan tersebut, Mas Ipin juga menyelimuti sejumlah pohon besar dengan kain batik. Simbol tersebut dimaksudkan untuk mengingatkan masyarakat agar tidak merusak pohon-pohon yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan sumber air.
“Pohon-pohon inilah yang menjaga air di sumber mata air masih mengalir,” ujarnya.
Tak hanya menjaga vegetasi yang sudah ada, Mas Ipin juga menambah penghijauan di sekitar sumber air dengan menanam pohon beringin. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kelestarian lingkungan di kawasan Sumber Gedong.
“Ini rangkaian dari kegiatan Hari Jadi, sama dengan yang sebelumnya. Tapi kali ini kita di Desa Gandusari, ada di Punden Sari dan sumbernya Sumber Gedong,” imbuhnya.
Ia menambahkan, kawasan tersebut memiliki banyak pohon yang telah berusia ratusan tahun. Keberadaan vegetasi tua itu dinilai memiliki peran penting dalam menjaga sumber air.
“Banyak pohon-pohon yang usianya ratusan tahun. Makanya kalau kita tadi lihat, begitu masuk masih ada sawah-sawah yang meskipun musim kemarau sawahnya masih ditanam padi, karena memang sumbernya masih bagus,” jelas Mas Ipin.
Melalui Metri Bumi, Pemerintah Kabupaten Trenggalek berharap nilai-nilai kearifan lokal dapat terus hidup sekaligus menjadi pengingat bahwa kelestarian alam bukan hanya untuk generasi saat ini, tetapi juga menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Menjaga pohon berarti menjaga air, menjaga air berarti menjaga pertanian, dan pada akhirnya menjaga alam berarti menjaga kehidupan masyarakat.(red).
