PALI, SeputarNegeri.my.id — Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) meminta Pemerintah Kabupaten PALI memperkuat pemerataan akses internet sekaligus meningkatkan peran Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).
Dua isu tersebut menjadi bagian dari pandangan umum Fraksi PAN terhadap Rancangan Perubahan APBD PALI Tahun Anggaran 2026 yang disampaikan dalam rapat paripurna DPRD PALI, Senin (21/9/2026).
Fraksi PAN menilai akses internet saat ini menjadi bagian penting dalam pelayanan publik, pendidikan, aktivitas ekonomi dan keterhubungan masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah diminta lebih serius menangani wilayah yang masih mengalami keterbatasan jaringan atau blank spot, terutama desa-desa terpencil, kawasan perkebunan dan wilayah perbatasan.
Fraksi PAN mendorong Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostaper) melakukan pemetaan terhadap wilayah yang belum mendapatkan akses internet secara memadai.
Pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pemerataan jaringan.
Selain itu, pemerintah daerah didorong berkoordinasi dengan pihak provider dan pemerintah pusat untuk penambahan menara BTS di wilayah yang masih mengalami keterbatasan sinyal.
Fraksi PAN juga mendorong penyediaan internet publik atau WiFi gratis di sejumlah fasilitas umum, sekolah dan kantor desa secara lebih merata.
Selain persoalan konektivitas digital, Fraksi PAN memberikan perhatian khusus terhadap BRIDA.
Fraksi PAN merekomendasikan agar BRIDA diperkuat melalui dukungan anggaran, sumber daya manusia serta sarana dan prasarana yang memadai.
Namun, penguatan tersebut harus diikuti perubahan orientasi riset agar benar-benar berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat PALI.
Sejumlah bidang yang dinilai perlu menjadi prioritas riset antara lain peningkatan produktivitas dan nilai tambah pertanian serta perkebunan, ketahanan pangan, pengelolaan sampah dan lingkungan, ketersediaan air bersih, pengembangan UMKM dan lapangan kerja.
Selain itu, BRIDA juga diharapkan mengkaji optimalisasi potensi energi dan sumber daya lokal, peningkatan kualitas pelayanan publik serta perluasan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Fraksi PAN menekankan bahwa riset jangan berhenti pada dokumen atau kajian.
“Setiap riset yang dilakukan wajib menghasilkan solusi yang dapat diterapkan, memiliki target dan indikator keberhasilan yang terukur, serta ditindaklanjuti oleh OPD terkait,” tegas Fraksi PAN, yang disampaikan oleh Ketua Fraksi Tutut Sapriyono pada sidang paripurna hari ini.
Fraksi PAN berharap BRIDA dapat menjadi penggerak inovasi daerah yang mampu mengubah berbagai persoalan di PALI menjadi solusi sekaligus menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.
Dengan demikian, penguatan BRIDA tidak hanya berbicara mengenai kelembagaan dan anggaran, tetapi juga mengenai sejauh mana hasil riset dapat diterapkan dalam kebijakan pemerintah daerah.
Fraksi PAN menilai pemerataan akses internet dan penguatan riset daerah merupakan bagian penting dalam mendorong pelayanan publik, inovasi serta pengembangan ekonomi masyarakat PALI. (red).
