
Sumenep – Pelaksanaan Festival Ketupat di kawasan wisata Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, menjadi wujud nyata keseriusan pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi lokal secara terpadu. Tidak sekadar memilih lokasi yang indah, keputusan menjadikan Pantai Lombang sebagai pusat kegiatan festival merupakan bagian dari strategi besar untuk memadukan kekayaan budaya dengan pesona wisata alam yang dimiliki Sumenep.
Pantai Lombang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan yang memiliki karakteristik unik.
Hamparan pasir putih yang luas, bersih, dan lembut berpadu dengan deretan pohon cemara udang yang tumbuh khas di sepanjang pesisir, menciptakan panorama alam yang jarang ditemui di tempat lain. Keindahan alami ini tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menghadirkan suasana yang sangat mendukung untuk pelaksanaan kegiatan budaya berskala besar seperti Festival Ketupat.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi, mengungkapkan bahwa pemilihan Pantai Lombang memiliki makna strategis. Menurutnya, festival ini dirancang sebagai ruang pertemuan antara tradisi dan pariwisata, sehingga mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi daerah.
Ia menjelaskan, Festival Ketupat tidak hanya berfungsi sebagai ajang pelestarian budaya semata, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkenalkan potensi wisata Sumenep kepada masyarakat yang lebih luas, baik dari dalam maupun luar daerah. Dengan menghadirkan kegiatan budaya di lokasi wisata unggulan, diharapkan mampu menarik minat pengunjung sekaligus memberikan pengalaman yang berbeda dan berkesan.
Lebih jauh, Faruk menilai bahwa penyelenggaraan festival ini membawa dampak positif terhadap roda perekonomian masyarakat setempat. Selama kegiatan berlangsung, kawasan Pantai Lombang menjadi pusat aktivitas yang ramai dikunjungi wisatawan. Kondisi ini secara langsung membuka peluang usaha bagi warga sekitar.
Para pelaku UMKM memanfaatkan momentum tersebut untuk menjajakan berbagai produk, mulai dari kuliner khas daerah, kerajinan tangan, hingga aneka suvenir yang mencerminkan identitas lokal. Tidak hanya itu, sektor jasa seperti
transportasi, pemandu wisata, hingga penyedia penginapan juga ikut merasakan dampak meningkatnya jumlah pengunjung. Perputaran ekonomi yang terjadi selama festival menjadi bukti bahwa kegiatan budaya mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat.
Selain memberikan dampak ekonomi, Festival Ketupat juga memiliki nilai penting dalam menjaga eksistensi tradisi lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ketupat yang sarat makna ini tidak hanya menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Sumenep yang harus terus dilestarikan.
Melalui festival ini, generasi muda diharapkan semakin mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri. Di tengah arus modernisasi yang semakin kuat, kegiatan seperti ini menjadi sarana edukasi yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai kearifan lokal agar tidak luntur oleh perkembangan zaman.
Pemerintah Kabupaten Sumenep juga melihat Festival Ketupat sebagai peluang untuk memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata budaya. Dengan mengemas tradisi dalam bentuk kegiatan yang menarik dan melibatkan banyak pihak, festival ini diharapkan mampu menjadi agenda tahunan yang dinantikan oleh masyarakat dan wisatawan.
Ke depan, Pantai Lombang tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai pusat kegiatan budaya yang hidup dan berkembang. Sinergi antara potensi alam dan kekayaan tradisi diyakini akan menjadikan kawasan ini semakin kompetitif dalam menarik wisatawan.
Melalui Festival Ketupat, Sumenep menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata dapat berjalan beriringan. Keduanya saling menguatkan, menciptakan nilai tambah, dan pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan dukungan semua pihak,
Festival Ketupat di Pantai Lombang diharapkan terus berkembang menjadi ikon wisata unggulan Kabupaten Sumenep. Tidak hanya mempertegas jati diri daerah, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan serta kebanggaan bagi masyarakat setempat.