BATURAJA Seputarnegeri.my.id
‎Menghadapi musim kemarau panjang yang telah melanda Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) selama empat bulan berturut-turut, Pemerintah Kabupaten OKU bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama (Kemenag), santri pesantren, dan masyarakat luas menggelar Sholat Istisqa’ serta doa bersama tolak bala.

‎Kegiatan ibadah untuk memohon turunnya hujan ini dilaksanakan di halaman Pesantren Al-Fakhriyah pada Kamis (27/8).

‎​Pelaksanaan sholat minta hujan ini menjadi langkah ikhtiar spiritual bersama di tengah ancaman kekeringan yang mulai merata di berbagai wilayah OKU. Selain memohon rahmat hujan, agenda ini difokuskan sebagai upaya preventif dalam mengantisipasi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah, menegaskan pentingnya kewaspadaan dini mengingat sejumlah kawasan tetangga dan daerah lain sudah mulai terdampak bencana karhutla akibat ketiadaan curah hujan.

‎​”Seperti kita ketahui bersama, beberapa daerah seperti di Kalimantan dan Kabupaten Ogan Ilir sudah terkena dampak kebakaran hutan akibat kekeringan. Melalui sholat dan doa bersama ini, kita berharap Allah SWT mengabulkan harapan seluruh masyarakat dengan menurunkan hujan di bumi OKU,” ujar Bupati.

‎​Dalam kesempatan tersebut, Bupati Teddy juga menyampaikan imbauan tegas kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara membakar.

Tindakan membakar lahan tidak hanya merusak ekosistem hutan, tetapi juga memperburuk kualitas udara yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.

‎​”Mari bersama-sama kita jaga hutan di OKU. Jangan memicu atau menggerakkan orang lain untuk membuka lahan dengan api. Kita pertahankan kualitas udara OKU agar tetap bersih dan terhindar dari bahaya kabut asap,” tutupnya.


‎Hen SPT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page