PALI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Talang Ubi menggelar Reses Tahap III Tahun 2025 di Kantor Kecamatan Talang Ubi, Senin (8/12/2025).
Kegiatan ini menjadi wadah resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan ide, usulan, serta gagasan pembangunan yang dibutuhkan di wilayahnya.
Reses dipimpin oleh Rommy Suryadi, A. Md, dan dihadiri unsur pemerintah kecamatan serta masyarakat setempat dari berbagai kelurahan dan desa di Dapil 1 Talang Ubi.
Ritawati Anwar, Sekretaris Camat Talang Ubi, menyampaikan bahwa reses memiliki peran penting sebagai sarana komunikasi langsung antara masyarakat dan para wakil rakyat.
“Reses ini merupakan perkumpulan ide, usulan, dan gagasan yang diinginkan masyarakat untuk dilaksanakan pembangunannya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Reses Rommy Suryadi, A. Md, menjelaskan bahwa pelaksanaan reses merupakan amanat undang-undang tentang pemerintahan daerah sekaligus bagian dari tugas pokok dan fungsi anggota DPRD. Ia juga mengungkapkan kondisi keuangan daerah PALI pada tahun anggaran 2026 yang mengalami pemangkasan signifikan.
“Anggaran PALI tahun 2026 sekitar Rp1,3 triliun mengalami pemangkasan dana bagi hasil dari pemerintah pusat sebesar kurang lebih Rp500 miliar. Meski demikian, reses hari ini tetap sangat berdampak baik bagi masyarakat,” kata Rommy.
Ia menegaskan, di tengah isu global dan kebijakan pemangkasan anggaran, anggota DPRD di masing-masing daerah pemilihan tetap berkomitmen menyerap aspirasi masyarakat.
“Di tengah pemangkasan anggaran, aspirasi tetap diserap dan usulan tetap dilaksanakan, meskipun tidak bisa terealisasi 100 persen,” ujar Rommy yang juga merupakan politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Dalam reses tersebut, berbagai aspirasi disampaikan masyarakat, salah satunya terkait kebutuhan sarana pendidikan. Romi menyebutkan adanya laporan sekolah yang membutuhkan 12 hingga 13 ruang belajar, namun saat ini hanya memiliki enam ruang.
“Hal ini langsung ditanggapi oleh anggota DPRD di daerah pemilihan tersebut dan akan direalisasikan melalui penambahan dua ruang belajar,” jelasnya.
Selain pendidikan, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait penanganan banjir dan pembangunan infrastruktur, khususnya di kawasan sungai yang rawan banjir dan belum sepenuhnya dinormalisasi oleh pemerintah kabupaten.
Aspirasi lainnya berkaitan dengan kebutuhan penerangan jalan dan perbaikan akses jalan di wilayah Simpang Raja, Kelurahan Handayani Mulya.
“Usulan masyarakat terkait penerangan dan jalan ini juga dapat direalisasikan langsung oleh anggota DPRD,” ungkap Romi.
Ia berharap, kegiatan reses dapat terus menjadi jembatan aspirasi antara masyarakat dan pemerintah, sehingga kebutuhan dasar dan pembangunan di wilayah Dapil 1A dapat terealisasi secara bertahap dan berkelanjutan.(red).
