Antisipasi Karhutla, Bupati Instruksikan Kades Tegakkan Larangan Bakar Lahan
Muara Enim – Bupati Muara Enim H. Edison, S.H., M.Hum., menegaskan kepala desa (Kades) harus menjadi ujung tombak dalam mencegah praktik pembakaran lahan. Dalam rapat koordinasi mitigasi Karhutla di Kantor Camat Gelumbang, Senin (11/05/26), ia menginstruksikan seluruh kades di enam kecamatan rawan agar tidak hanya mengawasi, tetapi juga memastikan warganya patuh terhadap larangan membuka lahan dengan cara membakar.
Bupati menyampaikan Kabupaten Muara Enim telah menetapkan status siaga darurat Karhutla selama 123 hari, mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung pada Juli hingga Agustus.
Dalam arahannya, Bupati menyoroti wilayah dengan lahan gambut seperti Sungai Rotan, Gelumbang, dan Muara Belida sebagai daerah paling rawan.
Sementara itu, kecamatan dengan lahan mineral seperti Lubai, Lubai Ulu, Kelekar, dan Lembak juga masuk kategori rawan sehingga wajib mendapat perhatian serius. Ia menekankan bahwa penanganan Karhutla harus dilakukan cepat, tepat, dan terpadu sesuai prosedur yang berlaku. Bupati juga mengingatkan bahwa sanksi hukum akan diberlakukan bagi oknum masyarakat maupun perusahaan yang masih nekat membuka lahan dengan cara membakar.
Plt. Kepala BPBD Kabupaten Muara Enim, Abdurrozieq Putra, S.T., M.T., melaporkan bahwa pada tahun 2024–2025 terdapat sekitar 40 hektare lahan terbakar dengan titik hotspot terbanyak di Kecamatan Gelumbang. Namun, hingga Januari–Mei 2026, tidak ditemukan adanya api sehingga belum ada upaya pemadaman.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama TNI, Polri, dan masyarakat telah menyiapkan posko siaga serta peralatan pemadam, di antaranya 30 mesin pompa, 200 rol selang, puluhan mobil rescue, mobil tangki air, dan belasan motor trail. Abdurrozieq menekankan dengan dukungan penuh dari kades dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan Karhutla dapat berjalan efektif sehingga Muara Enim terhindar dari bencana karhutla di musim kemarau mendatang. (Reza/Ril)
