Sumenep-,Kegiatan pembinaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sumenep terus menunjukkan perkembangan positif. Warga binaan kini tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga terlibat aktif dalam program pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan mereka menghadapi kehidupan setelah bebas.


Melalui kelas Bahasa Inggris dan ekonomi, suasana rutan tampak lebih dinamis. Proses belajar berlangsung interaktif, dengan partisipasi warga binaan yang tinggi dalam setiap sesi. Mereka tidak hanya menerima materi, tetapi juga dilibatkan dalam diskusi dan praktik langsung.


Program ini merupakan bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Untuk mendukung hal tersebut, Rutan Sumenep menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep guna menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih terstruktur dan efektif.


Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen dalam menciptakan pembinaan yang berdampak nyata.
“Kami ingin warga binaan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang bisa dimanfaatkan saat kembali ke masyarakat. Pembinaan ini tidak hanya bersifat formal, tetapi juga menyentuh aspek kesiapan hidup mereka,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).


Ia menilai, keterlibatan Dinas Pendidikan memberikan kontribusi penting, terutama dalam penyusunan materi dan metode pengajaran yang lebih sistematis serta mudah dipahami.
Dalam pelaksanaannya, kelas Bahasa Inggris difokuskan pada kemampuan komunikasi praktis yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, materi ekonomi diarahkan pada pengelolaan keuangan serta pengenalan dasar kewirausahaan sebagai bekal untuk mandiri secara ekonomi.


Antusiasme warga binaan terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, hingga mencoba mempraktikkan materi yang telah dipelajari, menciptakan suasana belajar yang hidup dan penuh semangat.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta lingkungan pembinaan yang tidak hanya mendisiplinkan, tetapi juga memberdayakan. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, warga binaan diharapkan mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih siap, mandiri, dan memiliki peluang untuk berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page