SUMENEP – Upaya penataan aset milik Nahdlatul Ulama terus digencarkan Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP) PCNU Sumenep. Seluruh aset organisasi, baik tanah wakaf maupun aset bergerak, diminta memiliki administrasi dan legalitas yang jelas atas nama Perkumpulan NU.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aset jam’iyah tetap aman, terjaga, dan dapat dimanfaatkan secara maksimal bagi kepentingan umat serta warga Nahdliyin di masa mendatang.


Sekretaris LWP PCNU Sumenep, Dr. Naghfir, menegaskan pentingnya tertib administrasi dalam pengelolaan aset organisasi. Menurutnya, kejelasan legalitas menjadi dasar utama dalam menjaga keberlangsungan aset NU.
“Aset NU harus tertib secara administratif. Seluruh aset wajib memiliki kejelasan legalitas atas nama Perkumpulan NU,” ujar Dr. Naghfir, Minggu (17/5/2026).


Ia menyebutkan, aset milik PCNU Sumenep tersebar di berbagai wilayah dengan jumlah yang cukup banyak. Karena itu, diperlukan proses pendataan dan pengawasan secara serius agar seluruh aset memiliki perlindungan hukum yang kuat.
“Jangan sampai ada aset yang tidak terdata atau dikelola tanpa administrasi yang jelas. Semua harus dijaga bersama,” katanya.
Menurutnya, penataan legalitas aset juga menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel di lingkungan Nahdlatul Ulama.


Dr. Naghfir turut mengingatkan agar aset NU tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi oleh pihak tertentu. Ia menegaskan bahwa seluruh aset organisasi merupakan amanah yang harus dikelola demi kemaslahatan umat.
“Aset NU bukan untuk kepentingan individu. Pengelolaannya harus kembali untuk kepentingan organisasi dan umat,” tegasnya.


Saat ini, LWP PCNU Sumenep terus mendorong percepatan inventarisasi aset di berbagai tingkatan kepengurusan. Langkah itu dilakukan guna memperkuat perlindungan hukum terhadap aset-aset NU sekaligus mencegah potensi sengketa di kemudian hari.
“Penataan aset bukan sekadar administrasi, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral dalam menjaga amanah para ulama dan perjuangan Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page