KETUM LSM KOMANDO SATU NASIONAL MENYOROTI PERBAIKAN JALAN PROVINSI YANG BANYAK MAKAN KORBAN LAKA LANTAS
Muara Enim – Perbaikan jalan yang dilaksanakan Balai Besar Palembang, khususnya di Kabupaten Muara Enim sudah banyak memakan korban lakalantas bagi pengendara kendaraan roda dua akibat dari jalan yang dilobangi terlalu lama.
Hal ini menjadi sorotan LSM Komando Satu Nasional karena sudah bagi pengendara roda dua yang menjadi korban lakalantas akibat terlalu lama jalan yang dilobangi sampai saat ini belum dilakukan penambalan jalan yang oleh perusahaan yang mendapat tender sebagai pelaksana.
“Hampir setiap Minggu ada yang menjadi korban bukan hanya kendaraan yang rusak, bahkan ada juga korban meninggal dunia akibat jalan yang dilobangi tersebut, tapi belum juga ditambal,” jelas Ketua Umum LSM Komando Satu Nasional.
Perbaikan jalan yang di lakukan semakin hari semakin kurang beres karena disebabkan peusahaan yang mengerjakan tidak pernah memikirkan keselamatan pengguna jalan raya Propinsi tersebut terutama pengguna jalan roda 2 semakin hari semakin banyak korban berjatuhan akibat projek pembenaran jalan dilakukan tambal sulam ini dikarenakan menyulam atau melobangi jalan dilakukan lebih dulu dan ditambal kemudian sekitar 3 sampai 4 bulan baru ditambal.
Apakah pemborong proyek tidak berpikir dan memperhatikan akibat pekerjaan yang dilakukan sekarang penyulaman dilakukan stiap hari sehingga jalan semakin hari semakin banyak yang parah lobang yang dibuat tersebut.
LSM Komando Satu Nasional sebagai salah satu kontrol dan pemerhati masyarakat akan segera bertindak dan tidak basa basi akan menyetop semua kegiatan proyek perbaikan jalan tersebut kalau pemborong masih terus melakukan kegiatan pelobangan pada jalan.
Ketua Umum berharap pemerintah dapat segera menambal jalan yang telah dilobangi sebelm korban bertambah banyak kalau tidak diindahkan peringatan dari kami jangan salahkan masyarakat bergerak menyetop pekerjaan tersebut. Jika terjadi kecelakaan akibat dari pelobangan jalan tersebut, siapa yang bertanggung jawab?.
