Ketua MPG Sumsel Tanggapi Pernyataan Guntur Romli soal Gibran: “Cermin Pihak yang Belum Move On dari Kekalahan”
PALEMBANG – Ketua Organisasi Masyarakat Pendukung Gibran (MPG) DPW Sumatera Selatan, Nathan, menanggapi pernyataan politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, yang menyebut dirinya “menolak move on dari kecurangan Gibran” serta menyinggung isu “nepo baby privilege” terkait perubahan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Saat dimintai tanggapan oleh awak media, Nathan menilai pernyataan tersebut justru mencerminkan kondisi pihak yang hingga kini belum bisa menerima hasil kontestasi politik pada Pemilu 2024.
“Istilah gagal move on yang disampaikan itu sebenarnya bagus. Itu menjadi cerminan dari pihak yang kalah namun masih merasakan kekalahannya hingga saat ini,” ujar Nathan, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, berbagai tudingan yang terus diarahkan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo maupun Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan adanya kekhawatiran politik dari pihak tertentu pasca-Pemilu 2024.
“Ini juga menjadi cermin adanya ketakutan karena Pak Jokowi melalui Mas Gibran berhasil meremukkan dominasi PDI Perjuangan dalam Pemilu 2024. Fakta politik tersebut tampaknya masih sulit diterima oleh sebagian pihak,” katanya.
Nathan menegaskan bahwa baik Jokowi maupun Gibran tidak memiliki kebiasaan meladeni polemik atau pertengkaran politik yang dinilainya tidak produktif.
“Melayani PDI Perjuangan untuk bertengkar bukanlah gaya Pak Jokowi dan Mas Gibran. Mereka lebih memilih bekerja dan memberikan hasil nyata kepada masyarakat. Karena bagi mereka, diam itu emas,” tegas Nathan.
Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghormati hasil demokrasi dan mengakhiri perdebatan yang dinilai tidak lagi memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kontestasi politik telah selesai. Saatnya seluruh pihak bersatu dan fokus mendukung pembangunan serta kemajuan bangsa,” tutupnya. (Tim)
