
Sumenep – hari sabtu tanggal 28/03/2026 Kerusakan infrastruktur kembali menjadi sorotan di Kabupaten Sumenep. Kali ini, ruas Jalan Raya Rubaru dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah berupa amblasnya badan jalan di bagian pinggir selatan. Titik kerusakan tersebut berada sekitar 150 meter ke arah timur dari Mapolsek Rubaru.
Kondisi jalan yang amblas ini dinilai sangat membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua dan kendaraan kecil yang melintas di jalur tersebut. Selain menyebabkan permukaan jalan menjadi tidak rata, bagian yang rusak juga berpotensi semakin melebar apabila tidak segera dilakukan penanganan.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, kerusakan tersebut telah berlangsung selama beberapa waktu dan cenderung semakin parah. Dampaknya, kecelakaan lalu lintas di titik tersebut kerap terjadi. Warga bahkan menyebutkan bahwa dalam kurun waktu terakhir, sudah lebih dari 10 kejadian kecelakaan yang diduga kuat dipicu oleh kondisi jalan yang rusak tersebut.
“Sering sekali pengendara jatuh, terutama pada malam hari saat pencahayaan minim. Kondisinya memang sangat berbahaya,” ungkap salah satu warga setempat.
Lukmanul Hakim, anggota LSM GMAS, turut menyoroti persoalan ini. Ia menjelaskan bahwa kerusakan jalan tersebut diduga kuat berkaitan dengan tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas, khususnya truk tronton yang mengangkut alat berat.
Kendaraan tersebut diketahui hilir mudik dalam rangka mendukung proyek pelebaran jalan yang rencananya akan dilaksanakan di Desa Pakondang. Beban muatan yang besar serta frekuensi kendaraan berat yang tinggi dinilai menjadi faktor utama yang
mempercepat kerusakan struktur jalan.
“Jalan ini sebenarnya tidak dirancang untuk dilalui kendaraan dengan beban berat secara terus-menerus. Akibatnya, bagian pinggir jalan tidak mampu menahan tekanan dan akhirnya amblas,” jelas Lukmanul.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat sekitar mulai merasa resah dan khawatir akan potensi kecelakaan yang lebih besar. Mereka berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk segera melakukan perbaikan.
Tidak hanya itu, warga juga meminta adanya pengawasan ketat terhadap kendaraan berat yang melintas,
termasuk pengaturan tonase dan jalur distribusi, agar tidak semakin memperparah kerusakan jalan yang ada.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Lukmanul Hakim menyatakan akan segera menyampaikan laporan resmi kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta dinas terkait. Upaya tersebut akan dilakukan baik melalui komunikasi langsung maupun melalui publikasi di media, agar persoalan ini mendapat perhatian serius.
“Kami akan terus mendorong agar ada tindakan nyata dari pihak berwenang. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Warga berharap pemerintah tidak menunggu hingga kerusakan semakin parah atau menimbulkan korban jiwa. Perbaikan jalan, pemasangan rambu peringatan, hingga pembatasan kendaraan berat dinilai sebagai langkah awal yang harus segera dilakukan.
Dengan kondisi yang ada saat ini, Jalan Raya Rubaru menjadi salah satu titik rawan yang membutuhkan perhatian segera. Tanpa penanganan cepat dan tepat, dikhawatirkan kerusakan akan semakin meluas dan risiko kecelakaan terus meningkat.