
SUMENEP – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 di Kabupaten Sumenep berlangsung meriah dengan menghadirkan berbagai perlombaan edukatif yang melibatkan siswa Sekolah Dasar dari sejumlah kecamatan.
Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Komunitas Pendidikan (AKSES) Sumenep itu dipusatkan di Pendopo Agung Sumenep dan menjadi wadah pengembangan bakat, kreativitas, serta karakter generasi muda.
Beragam kompetisi digelar dalam kegiatan tersebut, di antaranya Lomba Koding Unplug, Menulis Cerita, dan Pembawa Acara Bahasa Madura. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian lomba dengan menampilkan kemampuan terbaik di bidang teknologi, literasi, hingga budaya lokal.
Pada kategori Lomba Koding Unplug, Tim Copernicus dari Kecamatan Ganding berhasil keluar sebagai juara pertama berkat kemampuan berpikir logis dan penyelesaian masalah berbasis computational thinking yang dinilai unggul.
Posisi juara kedua diraih tim Nicola Tesla dari Kalianget, sedangkan juara ketiga ditempati Tim Maria Curie dari Kota Sumenep.
Sementara pada Lomba Menulis Cerita tingkat SD, Dini Nur Fadilah dari SDN Kalimo’ok berhasil meraih juara pertama melalui karya yang dinilai kreatif dan sarat pesan moral. Juara kedua diraih Aisyah Nuril Jamela dari SDN Saroka I, sedangkan juara ketiga diraih Mifti Fadlotul Moudiyah dari SDN Kota Barat.
Di cabang Lomba Pembawa Acara Bahasa Madura, Nur Kamelia Rabbani dari SD Adzikir delegasi Kecamatan Pragaan sukses meraih juara pertama setelah tampil memukau di hadapan dewan juri. Adapun juara kedua diraih Alfiya Nada Nadifah dari SDN Gapura II delegasi Talango dan juara ketiga diraih Al Syafila Aqidah Nur Cahya dari SDN Kalianget Timur IV.
Penanggung jawab kegiatan, Subaidi, mengatakan bahwa lomba tersebut menjadi sarana penting dalam membentuk karakter dan kreativitas pelajar sejak dini.
Menurutnya, momentum Hardiknas dan Harkitnas harus mampu menghadirkan semangat baru bagi dunia pendidikan, khususnya dalam memberi ruang kepada siswa untuk berani tampil dan mengembangkan potensinya.
“Anak-anak perlu diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya. Kami ingin pendidikan di Sumenep mampu melahirkan generasi yang inovatif dan percaya diri,” ujarnya, Selasa (19/05/2026).
Ia menilai, pendidikan saat ini tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga harus mampu membangun kemampuan berpikir kreatif dan karakter peserta didik.
Hal senada disampaikan Kabid Pembinaan SMP Disdik Sumenep, Ardi Ali Shochibi. Menurutnya, kegiatan semacam itu menjadi media pembelajaran yang efektif sekaligus menyenangkan bagi siswa.
“Selain berkompetisi, anak-anak juga belajar tentang kerja sama, sportivitas, dan rasa percaya diri. Ini penting untuk membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pendidikan harus tetap mengikuti perkembangan era digital tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.
“Lomba koding mengasah logika dan inovasi, lomba menulis memperkuat literasi, sedangkan pembawa acara Bahasa Madura menjadi bagian dari pelestarian budaya daerah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh Iksan, S.Pd., MT., mengapresiasi seluruh peserta, guru pendamping, panitia, dan pihak terkait yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya dilakukan di dalam ruang kelas, tetapi juga harus memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang sesuai minat dan bakat mereka.
“Kami ingin anak-anak Sumenep tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, inovatif, dan tetap menjunjung tinggi budaya bangsa,” tandasnya.
Kegiatan Hardiknas dan Harkitnas 2026 tersebut pun mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dinilai mampu menghadirkan pendidikan yang inspiratif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.