Carut Marutnya Dana Hiba PTBA 106 milyar, LSM Komando Satu Nasional Soroti Pemkab Minta tambahan Dana 15 milyar
Muara Enim, 5 September 2026 – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komando Satu Nasional secara resmi menyoroti dan mempertanyakan transparansi Realisasi dana hiba proyek pembangunan talud senilai 106 milyar.yang bersumber dari dana hiba PT. Bukit Asam (PTBA) berdasarkan hasil pantauan di lapangan LSM Komando Satu Nasional menemukan indikasi ketidakselarasan yang signifikan antara fisik bangunan dengan dana yang telah dikeluarkan hingga saat ini kejelasan dokumen mengenai pertanggung jawaban dana hiba tersebut di nilai masih carut marut.
Sorotan tajam ini muncul setelah LSM Komando Satu Nasional secara resmi melayangkan pertanyaan dan meminta klarifikasi langsung ke manajement PTBA terkait dana hiba fantastis tersebut, namun respon yang terjadi justru memicu spekulasi publik dan tepatnya beberapa hari kedepan setelah LSM Komando Satu Nasional mempertanyakan prihal dana tersebut.
Kemudian Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim di laporkan langsung mengelar rapat mendadak dengan petinggi PTBA, padahal selama ini 3 pejabat PJ Bupati sebelumnya begitu cuek dengan pembangunan talud disepanjang jembatan Enim 1 dan 2, ini terkesan mereka cuma menghargai hiba perusahaan ke pemkab Muara Enim terbukti ada pengendapan dana selama kurang lebih 2 tahun sejak pelaksana peletakkan batu pertama 21 Nopember 2022 sampai 2024 pemkab begitu cueknya tidak pernah mempertanyakan atau mengawasi pengendapan dana selama 2 tahun tersebut, bahkan pada tahun 2026 setelah ramai di bicarakan.
LSM kembali mempertanyakan carut marutnya pertanggung jawaban dana hiba, pemkab langsung mengelar rapat dadakan yang di gelar secara tiba tiba ini langsung dihadiri oleh jajaran manajement puncak PTBA, mulai dari General Manager (GM) bahkan sampai posisi tertinggi yaitu Direktur Utama PTBA. Situasi ini semakin memicu tanda tanya besar, terlebih lagi sebelumnya Pemkab Muara Enim di kabarkan meminta tambahan atau dana talangan sebesar 15 milyar untuk proyek yang sama.
Ketua LSM komando Natu Nasional menegaskan bahwa gerak gerik dan langkah yang di ambil pemkab Muara Enim ini pasca adanya sorotan terkesan sangat mencurigakan, tentu ini menjadi pertanyaan besar bagi kita semua. mengapa setelah kami mempertanyakan dana hiba 106 miliyar, maka beberapa hari kedepan Plt. Bupati mendadak mengadakan rapat yang di hadiri langsung oleh petinggi PTBA seperti General Manager dan Direktur Utama. Ada apa ini ?, apakah ada hal sangat penting yang sedang di tutupi, kami juga mempertanyakan hal dana talangan 15 milyar yang di ajukan, apakah pemkab tidak takut ini akan menjadi potensi celah tindak pidana korupsi, karena anggaran awal saja belum selaras dengan fisik bangunan, mengapa sekarang buru buru rapat minta dana tambahan atau talangan,” tegasnya.
LSM Komando Satu Nasional memperingatkan seluruh pihak yang terlibat baik dari unsur pemegang kebijakan di Pemkab ataupun manajemen PTBA, kami berharap tidak main main dengan alokasi dana yang menyangkut kepentingan masyarakat. “Lembaga kami memastikan akan mengawal ketat seluruh proses perhitungan dan pelaksanaan proyek tersebut demi mencegah terjadinya kerugian Negara. ingat kami ada di depan mu, LSM komando Satu Nasional akan mengawasi jalannya proyek ini tanpa ampun dan tanpa salah hitungan kami akan memastikan setiap rupiah anggaran harus di pertanggung jawabkan dengan benar,” pangkasnya. (Tim)
