SUMENEP – Perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah menjadi momentum penting bagi Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, untuk mengajak masyarakat mempererat persaudaraan dan meningkatkan rasa kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya warga yang membutuhkan uluran tangan.
Menurutnya, Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai tradisi penyembelihan hewan kurban semata, melainkan juga mengandung pesan mendalam tentang keikhlasan, pengorbanan, serta ketulusan dalam kehidupan bermasyarakat.


“Iduladha mengajarkan nilai keikhlasan dan pengorbanan yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun dalam membangun Kabupaten Sumenep yang harmonis dan maju,” ujar Bupati Fauzi.


Ia menilai, ibadah kurban memiliki nilai sosial yang sangat tinggi karena menjadi sarana untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat kurang mampu. Semangat berbagi tersebut dinilai penting untuk terus ditanamkan guna memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat.


“Melalui kurban, masyarakat diajak untuk lebih peduli dan saling membantu. Hakikatnya bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi membangun rasa kemanusiaan dan mempererat hubungan sosial antarwarga,” jelasnya.


Selain itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep tersebut juga mengingatkan pentingnya meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang mencerminkan keteguhan iman, kesabaran, dan kepatuhan kepada Allah SWT.
Menurutnya, nilai-nilai keteladanan tersebut masih sangat relevan diterapkan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di era modern saat ini.


“Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail memberikan pelajaran tentang ketulusan dan ketaatan yang dapat menjadi inspirasi masyarakat dalam menjalani kehidupan,” tambahnya.


Bupati Fauzi juga mengimbau masyarakat agar pelaksanaan ibadah kurban tetap memperhatikan kebersihan lingkungan, menjaga ketertiban, serta mengedepankan kebersamaan demi terciptanya suasana Iduladha yang aman dan nyaman.


Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap semangat Hari Raya Iduladha dapat menjadi energi positif untuk memperkuat solidaritas sosial serta mendukung terciptanya masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page