Bupati Instruksikan Langkah Strategis Atasi Banjir, Drainase dan Sungai Jadi Fokus Evaluasi
Muara Enim – Bupati Muara Enim, H. Edison, S.H., M.Hum., menegaskan perlunya langkah strategis dalam penanganan banjir yang melanda sejumlah titik di Kecamatan Muara Enim. Fokus utama diarahkan pada evaluasi sistem drainase dan normalisasi sungai sebagai upaya cepat mengatasi genangan yang terjadi akibat hujan ekstrem beberapa hari terakhir.
Dalam rapat yang digelar di Kantor Camat Muara Enim, Jumat (16/4), bupati mengumpulkan lurah dan kepala desa untuk mendengarkan laporan kondisi di lapangan. Sekretaris Daerah Ir. Yulius, M.Si., serta Camat Muara Enim Elvin Fransiska, S.STP., M.Si., turut hadir mendampingi jalannya rapat. Laporan menyebutkan sebanyak 652 rumah dan kepala keluarga terdampak banjir, dengan rincian Kelurahan Pasar II sebanyak 450 dan Desa Air Lintang 202.
Bupati menyampaikan titik genangan terjadi di beberapa ruas jalan utama, seperti Jalan R.A. Kartini, depan GOR Pancasila, Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II, dan Jalan Jenderal Sudirman. Menurutnya, faktor penyebab banjir tidak hanya curah hujan tinggi, tetapi juga drainase tersumbat akibat pembangunan, meluapnya Sungai Aur, serta kolam retensi yang bermasalah karena pintu air terlalu kecil.
Dalam arahannya, bupati meminta OPD terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas dan kondisi sistem drainase di wilayah terdampak. Ia menekankan bahwa perbaikan kolam retensi dengan memperbesar pintu air, normalisasi sungai, serta pembersihan gorong-gorong harus menjadi prioritas utama.
Selain itu, bupati juga menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk melakukan audit teknis terhadap pembangunan irigasi yang diduga menjadi salah satu penyebab banjir. Ia menilai langkah ini penting agar setiap proyek pembangunan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
Menutup rapat, bupati meminta seluruh pihak merespons cepat dan bersinergi dalam penanganan banjir. Ia menekankan bahwa penguatan sistem mitigasi bencana harus segera dijalankan agar masyarakat lebih terlindungi dari risiko serupa di masa mendatang. (Reza/Red)
