Budayakan PHBS, Wujudkan Masyarakat Sehat dan Sumber Daya Manusia Unggul Dalam Pembangunan
Muara Enim – Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu modal untuk mewujudkan masyarakat sehat dan menjadi sumber daya manusia unggul dan berkualitas sebagai modal dalam pembangunan manusia seutuhnya.

Hal tersebut disampaikan kepala desa Tegal Rejo saat memberikan sambutan, setelah dilaksanakan penilaian PHBS juara I tingkat Kabupaten Muara Enim, melalui penilaian PHBS tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Balai Adat Guno Mulyo Desa Tegal Rejo Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim, Jumat (31/07/26).
Kepala Desa Tegal Rejo Teguh Priono mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran tim penilai PHBS tingkat Provinsi Sumatera Selatan dan rombongan serta Bupati Muara Enim beserta rombongan di Desa Tegal Rejo.
Dirinya berharap kepada tim penilai dapat melaksanakan penilaian PHBS secara objektif dan realitas apa yang dilaksanakan masyarakat Desa Tegal Rejo sesuai dengan tujuan dan harapan yang menjadikan contoh dalam kehidupan masyarakat sehari-hari dapat dilakukan secara sadar dengan kemauan sendiri.
Sementara disampaikan Bupati Muara Enim diwakili staf ahli bidang hukum dan politik Setda Juli jumantan nuri, S.E bahwa Kesehatan merupakan salah satu prioritas dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berdaya saing. Upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat di kehidupan sehari-hari.
Salah satu pondasi penting dalam pembangunan kesehatan adalah membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di setiap lingkungan, mulai dari rumah tangga, sekolah, tempat kerja, fasilitas umum, hingga tingkat desa secara keseluruhan. Melalui penerapan PHBS, masyarakat didorong untuk memiliki kesadaran dan kemampuan menjaga kesehatan diri, keluarga, serta lingkungan.
PHBS bukan sekadar program kesehatan, melainkan sebuah gerakan bersama untuk membangun kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Penerapan PHBS secara konsisten dapat mencegah berbagai penyakit, meningkatkan kualitas hidup, serta mengurangi beban pelayanan kesehatan.
Berbagai kebiasaan sederhana, seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan air bersih, mengonsumsi makanan bergizi, melakukan aktivitas fisik secara rutin, menjaga kebersihan lingkungan, serta memanfaatkan fasilitas kesehatan, merupakan bagian penting dari implementasi PHBS yang dapat dilakukan oleh setiap individu.
Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat, budaya hidup bersih dan sehat diharapkan semakin mengakar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, tujuan pembangunan kesehatan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera dapat tercapai, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia dengan sumber daya manusia yang unggul.
Kemudian disampaikan Ketua Tim penilai tingkat Provinsi Sumatera Selatan Bahnan, DKM., MKM, penilaian ini merupakan salah satu guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam bersosialisasi tentang dikehidupan keseharian sebagai implementasi yang harus dilakukan, bukan hanya serimonial saja.
“Ini penting, PHBS adalah modal untuk meningkatkan kehidupan yang bersih dan sehat sebagai modal untuk mewujudkan pembangunan yang nyata juga sebagai motto dalam kehidupan “hidup bersih dan sehat merupakan dalam mewujudkan impian,” urainya.
Hadir dalam kegiatan ini, Bupati Muara Enim, Dinas kesehatan Muara Enim, Kepala OPD atau yang mewakili, camat Lawang Kidul, Kapolsek Lawang Kidul, danramil 404-05/Tanjung Enim, TP PKK kecamatan Lawang Kidul, pada lurah/kades, Ketua BPD serta undangan lainnya. (Johan)
