
SUMENEP – kamis tanggal 09/07/2026 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Mohamad Iksan, S.Pd., M.T., memberikan sejumlah catatan penting terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.
Menurut Mohamad Iksan, keberhasilan program MBG membutuhkan pengelolaan yang matang, mulai dari kesiapan data penerima, pemerataan akses, kualitas menu makanan, hingga sistem distribusi kepada peserta didik.
Ia menjelaskan, pembaruan data siswa menjadi salah satu hal yang sangat penting karena jumlah penerima manfaat selalu mengalami perubahan, terutama saat memasuki tahun ajaran baru. Perubahan tersebut terjadi akibat adanya siswa yang lulus dari kelas 9 SMP dan kelas 6 SD, serta masuknya peserta didik baru di kelas 7 SMP dan kelas 1 SD.
“Data siswa harus selalu diperbarui agar jumlah penerima, sasaran, dan waktu pelaksanaan MBG benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Mohamad Iksan.
Selain persoalan data, Kadis Pendidikan Sumenep tersebut juga mendorong agar jangkauan penerima MBG terus diperluas, khususnya ke sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil dan sulit dijangkau. Menurutnya, pemerataan program sangat penting karena daerah-daerah tersebut justru banyak terdapat anak-anak yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.
Dalam hal penyediaan makanan, Mohamad Iksan menegaskan pentingnya memperhatikan kualitas dan variasi menu. Ia berharap makanan yang diberikan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga memiliki variasi yang menarik bagi siswa.
Program MBG, lanjutnya, harus menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencetak generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045 serta membantu pemerintah menekan angka stunting.
“Menu makanan perlu dibuat lebih beragam, jangan sampai hanya didominasi jenis makanan tertentu. Yang terpenting makanan yang diberikan harus bergizi dan tetap layak konsumsi saat diterima oleh siswa,” tegasnya.
Sementara itu, terkait sistem distribusi, Mohamad Iksan menilai perlu adanya evaluasi agar proses pengantaran makanan tidak menambah beban sekolah. Selama ini, makanan yang dikirim masih dititipkan melalui sekolah sehingga guru ikut terlibat dalam proses pembagian dan pengelolaan wadah makanan.
Ia berharap ke depan sistem distribusi, termasuk pengantaran makanan dan pengambilan kembali wadah (omprengan), dapat dikelola secara lebih efektif agar tidak mengganggu tugas utama para pendidik.
“Sekolah harus tetap fokus pada proses pembelajaran. Karena itu, mekanisme distribusi MBG perlu dibuat lebih efisien dan tidak membebani guru,” pungkas Mohamad Iksan.
Dengan berbagai evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan semakin baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat besar bagi peningkatan kesehatan serta kualitas pendidikan anak-anak di Kabupaten Sumenep.