
Sumenep-,Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Sumenep menghadirkan nuansa berbeda. Tidak hanya diwarnai kegiatan seremonial dan akademik, semangat pendidikan juga digaungkan melalui ajang olahraga yang kompetitif dan inspiratif.Melalui Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Sumenep, sebuah turnamen tenis lapangan digelar selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Mei 2026, di Lapangan Tenis Sumekar. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembinaan atlet sekaligus sarana mempererat hubungan antarinstansi, baik dari sektor pendidikan maupun pemerintahan.
Turnamen tersebut mempertandingkan empat kategori utama, meliputi OPD, guru dan tenaga kependidikan, ganda putri, serta kelompok usia (junior). Khusus kategori junior, Pelti memberikan porsi besar dengan membagi kelompok usia mulai KU 8 hingga KU 14, untuk putra dan putri.
Pelatih Pelti Sumenep, Eko Daniel Wahyudi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mencetak atlet berprestasi sejak usia dini.
“Hardiknas kami maknai sebagai momentum membangun fondasi olahraga tenis dari bawah. Anak-anak harus dibiasakan bertanding sejak awal agar mental dan kemampuan mereka terasah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fokus utama Pelti saat ini adalah pembinaan atlet muda. Dengan melibatkan banyak peserta dari kelompok usia, diharapkan akan muncul bibit-bibit unggul yang mampu bersaing di level lebih tinggi.Menariknya, keterlibatan para guru dan tenaga kependidikan juga menjadi daya tarik tersendiri dalam turnamen ini. Kehadiran mereka dinilai mampu menjadi jembatan dalam menanamkan budaya olahraga di lingkungan sekolah.Jika guru ikut aktif, maka semangat itu akan sampai kepada siswa. Ini penting untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini,” tambahnya.
Lebih luas lagi, turnamen ini diharapkan mampu menumbuhkan minat masyarakat terhadap olahraga tenis, tidak hanya di kalangan pelajar, tetapi juga aparatur sipil negara dan komunitas umum.
Dengan atmosfer kompetitif yang tetap menjunjung kebersamaan, Pelti Sumenep optimistis kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin. Tidak hanya melahirkan atlet potensial, tetapi juga memperkuat budaya olahraga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.
Hardiknas pun menjelma menjadi lebih dari sekadar peringatan, melainkan ruang aktualisasi yang menghubungkan dunia pendidikan dengan semangat prestasi di lapangan.
editor : M.asni