SUMENEP — Kesigapan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam merespon kebutuhan masyarakat kembali terlihat melalui kegiatan pemangkasan pohon yang dilaksanakan selama dua hari, Rabu hingga Kamis (08–09 April 2026). Kegiatan ini menjangkau tiga desa, yakni JABAAAN, NYAPAR, dan DASUK LAOK, dengan total penanganan mencapai kurang lebih 4 kilometer di sepanjang jalur utama.Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga keselamatan publik sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertata. Pohon-pohon yang sudah berusia tua serta ranting-ranting yang menjuntai dan berpotensi

membahayakan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam penanganan. Terlebih, kondisi cuaca yang tidak menentu menjadikan risiko pohon tumbang semakin tinggi apabila tidak segera dilakukan perawatan.


Sejak hari pertama, tim DLH langsung bergerak menyisir titik-titik yang dinilai rawan. Dengan peralatan lengkap dan prosedur kerja yang terukur, petugas melakukan pemangkasan secara bertahap, memastikan setiap bagian pohon yang berpotensi mengganggu akses jalan dapat ditangani dengan baik. Ranting yang menutup badan jalan dibersihkan, sementara cabang yang rapuh dipotong untuk mengurangi beban pohon.Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, pelaksanaan kegiatan juga

memperhatikan faktor keselamatan. Petugas bekerja dengan penuh kehati-hatian, termasuk melakukan pengamanan di sekitar lokasi agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti.


Respons masyarakat pun sangat positif, terutama dari warga Desa Dasuk Laok yang selama ini merasa khawatir dengan kondisi pohon yang jarang mendapatkan perhatian. Kini, perubahan signifikan mulai dirasakan—jalan menjadi lebih lapang, pencahayaan lebih maksimal, serta rasa aman meningkat saat melintas.


Sejumlah warga mengungkapkan bahwa kegiatan ini berawal dari laporan masyarakat yang mengkhawatirkan kondisi pohon yang mulai rapuh. Kekhawatiran tersebut akhirnya mendapat tindak lanjut cepat dari DLH.
“Sudah lama kami menunggu penanganan seperti ini. Alhamdulillah sekarang sudah ditindaklanjuti. Kami merasa lebih aman dan nyaman,” ungkap salah satu warga setempat.
Apresiasi pun mengalir kepada DLH yang dinilai tanggap dan peduli terhadap kondisi lingkungan di desa. Bagi masyarakat,

kehadiran pemerintah melalui aksi nyata seperti ini menjadi bukti bahwa aspirasi mereka tidak hanya didengar, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan konkret.
Selain meningkatkan keselamatan, kegiatan ini juga membawa dampak positif dari sisi keindahan lingkungan. Area yang sebelumnya tampak rimbun dan kurang terawat kini berubah menjadi lebih bersih, tertata,dan enak dipandang.

Kondisi ini turut memberikan kenyamanan tambahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Ke depan, warga berharap kegiatan pemangkasan dan perawatan pohon dapat dilakukan secara rutin dan merata di wilayah lainnya. Hal ini dinilai penting sebagai langkah pencegahan dini terhadap potensi bahaya,

khususnya saat memasuki musim penghujan yang kerap disertai angin kencang.Dengan selesainya kegiatan di tiga desa tersebut, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih aman, tertib, dan mendukung mobilitas masyarakat secara optimal. Langkah cepat DLH ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara laporan warga dan respons pemerintah mampu menghasilkan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page