
SUMENEP – Nuansa religius yang khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti pelaksanaan Tasyakuran Majelis Ratibul Haddad Naghfir yang digelar pada Senin, 6 April 2026 (18 Syawal 1447 H). Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi masyarakat Sumenep, dengan hadirnya para ulama kharismatik serta jajaran pemerintah daerah.
Puncak acara ditandai dengan kehadiran KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, yang memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Turut hadir pula KH. Imam Hasyim, meskipun datang sedikit terlambat. Kehadiran keduanya menjadi simbol kuat sinergi antara ulama dan umaro dalam menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Atmosfer spiritual semakin terasa dengan lantunan selawat yang menggema dari grup hadrah Syifa El Qolby asal PP Sumber Padang Ganding, di bawah komando K. Zainur Ridho. Iringan selawat tersebut mampu menghidupkan suasana, sekaligus menyentuh relung hati para jamaah yang hadir.
Sejumlah tokoh agama turut meramaikan dan mempererat silaturahmi, di antaranya Gus Haris, KH. Ali Rifki, KH. Sayuthi, Sekretaris PCNU Sumenep, serta Nyai Sa’diyah.
Dalam tausiyahnya, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy menyampaikan pesan mendalam yang relevan dengan kondisi sosial saat ini. Ia menekankan pentingnya setiap individu untuk berhati-hati dalam memulai suatu perbuatan, karena hal tersebut akan menentukan aliran pahala maupun dosa yang terus mengalir.
“Siapa yang memulai kebaikan, dan kebaikan itu terus berjalan, maka ia akan mendapatkan pahala yang terus mengalir,” ungkapnya.
Namun demikian, beliau juga mengingatkan bahaya dosa jariyah di era digital. Ia menegaskan agar masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial, karena setiap konten yang dibagikan—meskipun hanya sekadar membagikan ulang—tetap memiliki konsekuensi spiritual.
Selain itu, beliau turut mendoakan agar Majelis Ratibul Haddad Naghfir senantiasa istiqomah dalam menyebarkan nilai kebersamaan, kedamaian, serta kebaikan di tengah masyarakat.
Panitia penyelenggara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara tersebut, mulai dari para ulama, jajaran pemerintah daerah, hingga tim hadrah dan masyarakat umum.
“Kami juga memohon maaf apabila dalam penyambutan terdapat kekurangan. Semoga kebersamaan ini membawa ridho Allah SWT bagi kita semua,” ujar panitia.
Acara yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung dengan tertib dan lancar, serta meninggalkan kesan spiritual yang mendalam bagi seluruh jamaah yang hadir.