TULUNGAGUNG – Guna meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan menjamin kenyamanan pengguna jalan, otoritas terkait resmi memulai kegiatan perapian bahu jalan di ruas penghubung Cuiri menuju Pagerwojo. Proyek pemeliharaan rutin ini mulai dilaksanakan pada Selasa, 31 Maret 2026.
Langkah ini diambil sebagai respons strategis untuk mengoptimalkan sistem drainase permukaan jalan. Berdasarkan pantauan di lapangan,

kondisi bahu jalan yang tidak rata atau lebih tinggi dari badan jalan kerap menjadi penyebab utama terhambatnya aliran air menuju saluran pembuangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemeliharaan rutin Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) wilayah setempat.
Fokus Utama: Mitigasi Genangan Air
Tujuan utama dari kegiatan perapian ini adalah untuk mengurangi potensi terjadinya genangan pada permukaan jalan,

terutama saat intensitas hujan tinggi. Genangan air yang dibiarkan menggenang dalam waktu lama diketahui dapat mempercepat kerusakan struktur jalan serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Perapian bahu jalan ini sangat krusial. Jika bahu jalan tertutup sedimen atau rumput liar yang terlalu tinggi, air tidak bisa mengalir ke samping dengan sempurna. Dengan perapian ini, kita memastikan badan jalan tetap kering dan usia pakai aspal menjadi lebih panjang,” ujar Kepala UPT Kauman, Agung, saat ditemui di lokasi pekerjaan.


Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Dinas PUPR Tulungagung melalui UPT dalam menjaga kondisi jalan agar tetap fungsional dan aman dilalui masyarakat.
Pengerjaan difokuskan pada pembersihan material tanah, perataan bahu jalan, serta pembukaan jalur aliran air di sisi jalan agar tidak terjadi penyumbatan. Ruas ini sendiri merupakan jalur vital yang menghubungkan aktivitas masyarakat serta distribusi logistik di wilayah Pagerwojo dan sekitarnya.
Imbauan Bagi Pengguna Jalan


Sehubungan dengan adanya aktivitas pekerjaan serta keberadaan alat dan material di sisi jalan, para pengguna jalan yang melintasi rute Cuiri – Pagerwojo diimbau untuk tetap waspada, menjaga jarak aman, dan mengurangi kecepatan demi keselamatan bersama.
Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang, khususnya dalam menjaga kondisi jalan tetap optimal serta meminimalisir potensi kerusakan akibat genangan air. Pengerjaan diperkirakan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan target penyelesaian yang terukur guna meminimalisir gangguan lalu lintas.
(Frn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page