Masyarakat Tanjung Enim Keluhkan Aliran Air Bersih PDAM Tidak Lancar
Muara Enim – Terkait tidak lancarnya aliran air bersih dari PDAM Cabang Tanjung Enim di sebagian daerah sudah 1 tahun tidak mengalir sama sekali, seperti bedeng saringan Desa Lingga dan di BTN Keban Agung Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten, Jumat (20/06/25).
Ketika awak media sempat bincang bincang dengan pelanggan PDAM, dirinya mengungkapkan aliran air bersih di Bedeng Saringan sudah setahun tidak mengalir.
“Dibedeng saringan sudah setahun tidak mengalir, setelah ditanyakan dengan petugas dari PDAM saat petugas meriksa meteran air, jawabnya sedot pakai mesin,” ucapnya.
Lanjutnya “kalau tidak ada aliran air, apa yang nak disedot, walaupun hanya menetes saja masih biso disedot,” sambungnya.
Kemudian pelanggan air bersih yang tinggal di BTN Keban Agung juga mengeluhkan aliran air bersih dari PDAM Cabang Tanjung Enim sering tidak mengalir kadang sampai 10 hari tidak mengalir.
“Jika ada tamu yang datang ke rumah saya apalagi sampai menginap sangat kesulitan, walaupun sudah menyediakan bak besar, kalau sduah sampai 10 hari pastilah airnya sudah habis,” katanya.
Dirinya juga menyampaikan usulan, kalau memang kapasitas stock air di PDAM tidak memadai untuk melayani pelanggan yang di Kecamatan Lawang Kidul tentunya bisa dibangun tempat penampungan air yang baru agar bisa memenuhi kebutuhan palannggan.
Sementara dikeluhkan juga oleh petugas UPTD Perhubungan Tanjung Enim karena aliran air dari PDAM sudah diputus dari PDAM Cabang Tanjung Enim, jika membuang hajat terpaksa pergi ke masjid karena dalam bak tidak air.
“Saat ingin menyambung lagi aliran air dari PDAM harus membayar 5 juta rupiah pasangan baru, sedangkan di Muara Enim hanya 3 juta rupiah, kenapa pemasangan air bersih di Muara Enim dengan di Tanjung Enim,” katanya sambil mengeluh.
Untuk memastikan apa yang diungkapkan pelanggan air bersih PDAM, awak media mencoba untuk konfirmasi mendatangi Kantor Cabang PDAM Tanjung Enim di Talang Gabus, sangat disayangkan Kepala Cabang tidak ada karena pintu ruangannya terkunci, pegawainya pun tidak ada.
