Masyarakat Kelurahan Tanjung Enim Selatan Keluhkan Pelayanan PLN, Opsi Penambahan Gardu Listrik Mencuat
Muara Enim,- Keluhan masyarakat terkait penambahan atau realisasi gardu listrik umumnya mencakup tersedia pasokan listrik ke pemukiman warga.
Disampaikan dari perwakilan warga kelurahan Tanjung Enim Selatan Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan ( Sabtu, 29/8/2026) bahwa polemik yang sering dikeluhkan oleh masyarakat:
- Keterlambatan Realisasi Menyebabkan Voltase Rendah (Beban Berlebih) Masyarakat mengeluhkan lambatnya realisasi penambahan gardu baru oleh PLN padahal kebutuhan daya di pemukiman terus meningkat.
Dampak Yang Dikeluhkan
Voltase listrik menjadi sangat rendah (drop) dan tidak stabil, yang menyebabkan alat elektronik warga sering rusak, lampu redup, hingga wilayah mereka mengalami pemadaman bergilir akibat trafo yang kelebihan beban.
Lalu muncul wacana yang bisa saja menjadi faktor pemicu aksi demonstrasi warga ke kantor PLN berupa penyampaian pendapat warga terkait tuntutan penambahan gardu listrik demi menstabilkan pasokan energi di wilayah pemukiman warga.
Dari data yang disampaikan pihak Kelurahan Tanjung Enim Selatan yang menyampaikan bahwa kondisi geografi dan luas wilayah pemukiman yang mencakup luas wilayah 600 ha lebih kurang dan rumah warga serta populasi penduduk yang mencapai 9.115 jiwa dan sistem jaringan listrik rumah tangga serta gardu yang dimiliki tentunya tidak mampu mengimbangi suplai dan jaminan tersedianya listrik rumah tangga.
Problem pasokan listrik daerah ternyata bukan hanya terjadi di kelurahan Tanjung Enim Selatan, bahkan mungkin bisa terjadi hingga di pelosok desa Kabupaten Muara Enim.
” Warga Desa Muara Lawai juga sama Bae ,” Sebut Natan, warga setempat.
Lalu, Seperti apa idealnya tata laksana listrik kabupaten Muara.
Meskipun belum terhubung dengan MULP PLN Kabupaten Muara Enim namun pelayanan jaringan listrik tentunya hak konsumen yang harus dipenuhi sebagai hak dasar pelanggan. (Tim)
