Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang Targetkan 1 Tahun Untuk Bangun Jalan Khusus ” Tapi Jangan Besak Uap Bae” Ini Ucapan Johan Tanjung

Muara Enim – Akibat ambruknya Jembatan Muara Lawai pada hari senin tanggal 30 Juni 2025, diduga muatan kendaraan angkutan batubara over load dalam memuat batubara dari stock file tambang batubara yang terletak Tanjung Enim dan dari Kabupaten Lahat di angkut ke Provinsi Lampung dan untuk dari Tanjung Enim sendiri akan diangkut ke stock file servo di Desa Tanjung Jambu Kabupaten Lahat.

Pada saat Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang meninjau jembatan Muara Lawai yang ambruk akibat 4 kendaraan tronton membawa batubara dengan berbarengan melalui jembatan, karena jembatan tidak kuat menahan beban yang berat sehingga membuat jembatan Muara Lawai jadi ambruk seketika.

Dalam Tiktok yang beredar, Wakil Gubernur sumsel Cik Ujang mengungkapkan, Provinsi akan memanggil semua perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara yang ada di sumsel untuk membuat jalan khusus, seyogyanya saya berdua dengan pak Gubernur untuk melihat, tapi saya diperintahkan untuk meninjau jembatan yang ambruk di Desa Muara Lawai Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat Sumsel. Rabu (02/07/25).

“Hal ini akan saya laporkan dengan pak Gubernur, pak Gubernur pasti menyambut baik untuk membuat jalan khusus, dan perusahaan diberi target selama 1 tahun, jalan khusus harus selesai dalam 1 tahun, kebijakannya, perusahaan harus membuat jalan khusus, itulah solusinya,” jelas Cik Ujang. Jangan hanya uangnya saja dibawa ke jakarta, tapi masyarakat hanya makan debunya saja, dan hal ini akan saya laporkan dengan pak gubernur, demikian papar Cik Ujang selaku Wakil Gubernur.

Ketika Wakil Gubernur bertanya dengan salah sopir, ini mau dibawa kemana, jawabnya “mau dibawa ke Lampung” harus membuat jalan khusus, kendaraan yang melintas jalan raya, harus membuat flay over untuk ke stockfile servo, jangan sampai uangnya di bawa ke Jakarta, tapi masyarajat makan debunya, kasihan dengan masyarakat,” tegas Wakil Gubernur.

Sementara Johan Tanjung berkomentar dengan apa yang diucapkan Wakil Gubernur Cik Ujang dalam TikToknya yang viral saat ini, namun jadi tanda tanya bagi masyarakat khususnya bagi Johan Tanjung seakan tidak percaya dengan kemampuan para petinggi di Sumsel.

“Apakah benar apa yang diucapkan Wakil Gubernur Sumsel, apakah mungkin bisa terwujud untuk membangun jalan holing khusus kendaraan angkutan batubara diberi target selama 1 tahun selesai, tapi jangan besak uap bae harus dipegang kata kata itu,” tegas Johan Tanjung.

Kemudian dirinya juga memposting di medsos terkait masalah perjanjian antara Tripika Lawang Kudul dengan Pemegang IUP 1 jalur serta masyarakat yang diwakili Johan Tanjung yang sudah hampir 1 tahun belum teralisasi perbaikan jalan yang di rusak oleh perusahaan pemegang IUP satu jalur dan sekarang sudah merusak dan merobokan jembatan di Desa Muara Lawai tersebut, apalagi mau membuat jalan khusus holing batu bara. merealiasasikan untuk kenyamanan. masyarakat saja dengan perbaiki jalan yang berlobang saja Tripika dan Polres Muara Enim di tunggingi sama 4 pemegang IUP.

Untuk gaung jalan khusus holing sudah sejak tahun 2015 dan sampai sekarang tidak kejelasan, masyarakat hanya di janjikan sebagai pengobat rasa emosi masyarakat saja, jadi kalau keputusan pak Gubernur bisa terealisasi dalam satu tahun, saya sangat berterima kasih sebagai wakil masyarakat yang terdampak, tapi tolong buktikan dulu.

“Kalau memang Gubernur Sumsel punya power, perintahkan perusahaan tersebut untuk mengganti, terutama perusahaan pemilik kendaraan dan mengangkut dari peruaahaan mana batu tersebut yang merobohkan jembatan tersebut cari data transportir dari tambang mana yang mereka angkut suruh ganti,” jelas Johan Tanjung.

Pemegang IUP tidak kontrol, akibatnya jembatan roboh, kalau memang Gubernur Sumsel melawan nian, minta ganti dengan pemegang IUP kendaraan 4 unit sekali masuk jembatan, kendaraan itulah yang harus ditekan untuk mengganti jembatan yang roboh itu dan jangan besak omong, kapan tongkang yang menabrak jembatan ampe

Pemegang IUP tidak kontrol, akibatnya jembatan roboh, kalau memang Gubernur Sumsel melawan nian, minta ganti dengan pemegang IUP kendaraan 4 unit sekali masuk jembatan, kendaraan itulah yang harus ditekan untuk mengganti jembatan yang roboh itu dan jangan besak omong, kapan tongkang yang menabrak jembatan ampera, maka kapal tongkang itulah yang suruh ganti.

“Dan sekarang Kendaraan yang merobohkan jembatan, maka transportir atau pemegang IUP itulah yang menganti, agek perusahaan berasan dikit dengan gubernur, sudah katek cerito lagi, cak perjanjian pemegang IUP satu jalur dengan Tripika Lawang Kidul, janji nak perbaiki jalan yang berlobang serta jalan yang rusak, di iming imingi dikit katek cerito lagi,” ungkap Johan Tanjung

Tambahnya “Karena perbaikan jembatan dengan menggunakan APBD atau APBN terlalu lama, tapi kalau suruh perusahaan yang merusak pasti cepat sesuai dengan ucapan Wakil Gubernur, duit dibawa ke Jakarta, sekarang jangan disuruh jalan, suruhlah ganti jembatan itu, karena hasil sudah didapat banyak dari mengekeruk hasil bumi,” ucap Johan Tanjung. (Mumar)

By Umar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page