Wabup Dorong Pengembangan IAD Perhutanan Sosial
Pemerintah Kabupaten Muara Enim berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan perhutanan sosial sebagai salah satu pilar pembangunan daerah melalui peningkatan infrastruktur dasar, akses pendanaan, pemasaran produk, serta bantuan sarana dan prasarana bagi masyarakat sekitar hutan. Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati (Wabup) Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si, saat membuka kegiatan Sosialisasi Pengembangan Integrated Area Development (IAD) Perhutanan Sosial Kabupaten Muara Enim tahun 2025 di Ruang Rapat Pangripta Nusantara Bappeda, Senin (22/12/25).
Dengan pengelolaan kawasan perhutanan sosial yang baik, diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Wabup menegaskan bahwa percepatan pembangunan daerah harus dilakukan melalui kebijakan yang komprehensif, berkesinambungan, dan terintegrasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Kebijakan IAD dalam perhutanan sosial sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Muara Enim yang tertuang dalam RPJMD 2025–2029, yakni Muara Enim Bangkit Rakyat Sejahtera, Maju, dan Berkelanjutan (MEMBARA).
Program ini menekankan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan agar mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ketahanan ekonomi yang inklusif, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Berdasarkan data RTRW, Kabupaten Muara Enim memiliki kawasan hutan seluas 232.836 hektare, dengan potensi perhutanan sosial yang telah dikelola melalui 22 unit SK, melibatkan lebih dari 30 ribu kepala keluarga, dan membentuk 64 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).
Wabup optimis pengembangan IAD Perhutanan Sosial Kabupaten Muara Enim dapat menjadi salah satu strategi penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menurunkan angka kemiskinan melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. (Reza/**)
