SUMENEP, 7 Maret 2026 – Memasuki pengujung pekan pertama bulan Maret, SDN Batang-batang Daya II resmi menutup rangkaian kegiatan Pesantren Kilat yang telah dilaksanakan di sekolah. Acara penutupan yang berlangsung khidmat pada Sabtu (07/03/2026) ini tidak hanya menjadi simbol berakhirnya pembelajaran intensif keagamaan, tetapi juga menjadi momentum

berbagi melalui pemberian takjil dan santunan kepada anak yatim.Khidmat dengan Pembacaan SholawatAcara dimulai dengan pembukaan yang diisi dengan pembacaan sholawat bersama seluruh siswa dan siswi,komite, guru, dan staf. Lantunan sholawat yang bergema di lingkungan sekolah menciptakan suasana religius yang mendalam, selaras dengan tujuan utama kegiatan ini untuk memperhalus akhlak dan meningkatkan kecintaan siswa dan siswi kepada Nabi Muhammad SAW.Pesan

Mendalam Kepala SekolahDalam sambutan penutupnya, Kepala SDN Batang-batang Daya II Subhanul khair spd ,memberikan pesan dan kesan edukatif dan spiritual yang sangat menyentuh bagi para siswa dan siswi. Beliau menekankan bahwa Pesantren Kilat bukanlah sekadar rutinitas tahunan untuk mengisi waktu luang di bulan puasa, melainkan sebuah momen spiritual untuk memperbaiki ibadah di tengah gempuran media sosial dan teknologi.”Di tahun 2026 ini, tantangan kalian semakin besar. Ilmu pengetahuan tanpa fondasi iman yang kuat hanya akan membuat seseorang pintar namun kehilangan arah,”

pesan Kepala Sekolah kepada para siswa dan siswinya. Beliau juga berharap agar melalui kegiatan ini, para siswa siswi dapat kembali menengok ke dalam hati dan tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi bangsa dan agama.Aksi Nyata Melalui SantunanSebagai wujud implementasi dari nilai-nilai yang dipelajari selama Pesantren Kilat, SDN Batang-batang Daya II menyelenggarakan santunan bagi anak yatim.

Pemberian santunan ini dilakukan secara langsung sebagai bentuk kepedulian sosial sekolah terhadap sesama, sekaligus melatih rasa empati para siswa siswi sejak dini.Kegiatan yang ditutup dengan doa bersama ini diharapkan dapat meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta didik, sehingga nilai-nilai kebaikan yang didapat selama Pesantren Kilat tetap terjaga dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari meskipun kegiatan telah usai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page