PALI – Masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tengah dibuat resah usai kasus keracunan massal yang menimpa 173 siswa di program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diduga disebabkan oleh konsumsi tempe.
Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya para pedagang tempe, karena penjualan mereka terancam menurun drastis.
Menanggapi hal ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PALI, H. Husni Thamrin, memberikan pernyataan menenangkan. Ia meminta masyarakat, khususnya di Kecamatan Talang Ubi dan sekitarnya, untuk tidak panik dan tetap mengonsumsi tempe.
“Saya pribadi hampir setiap hari mengonsumsi tempe, dan sampai hari ini alhamdulillah saya dan keluarga sehat-sehat saja,” ujarnya. (21/05).
Anggota DPRD dari Partai Hanura ini juga mengajak masyarakat untuk tetap percaya kepada para pengrajin tempe lokal agar terus menjaga kualitas produk mereka.
Menurutnya, kemungkinan besar keracunan yang terjadi disebabkan oleh bakteri seperti Staphylococcus aureus, namun ia mengingatkan bahwa ada banyak faktor penyebab keracunan yang belum tentu hanya dari bahan makanan (tempe) itu sendiri.
“Tempe produksi Pendopo belum ada tandingannya, bahkan dibandingkan dengan produksi dari daerah lain. TEMPE PENDOPO IS THE BEST!” tambahnya semangat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM lokal, ia mengajak masyarakat untuk tidak meninggalkan konsumsi tempe dan tetap mendukung produsen lokal.
“AYO TETAP KONSUMSI TEMPE PENDOPO!” tutupnya.
