
KOTA MALANG — Polresta Malang Kota Polda Jawa Timur bersama Pemerintah Kota Malang meresmikan Posko Tanggap Bencana yang berlokasi di halaman ruko Jalan Letjen S. Parman, Kota Malang. Posko ini dioperasikan sebagai pusat koordinasi dan penanganan darurat bencana hidrometeorologi secara terpadu selama 24 jam.
Peresmian posko tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi tanggap bencana yang digelar pada Rabu (10/12) pekan lalu. Posko disiapkan untuk menghadapi potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono, S.H., S.I.K., M.Si. mengatakan, Posko Tanggap Bencana berfungsi sebagai pusat koordinasi, pusat informasi, dan pusat respons cepat dalam menghadapi situasi darurat.
“Posko ini dilengkapi dengan tenda darurat, logistik kebencanaan, alat penerangan portabel, alat pemotong, serta perangkat komunikasi yang siap digunakan kapan saja,” ujar Kombes Pol Nanang, Senin (15/12).
Ia menambahkan, peralatan kebencanaan yang dimiliki BPBD Kota Malang juga telah disiagakan di setiap kecamatan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi bencana.
Selain posko utama, Polresta Malang Kota juga menyiapkan dua posko prioritas di Kecamatan Lowokwaru dan Blimbing. Kedua wilayah tersebut sebelumnya sempat terdampak banjir akibat hujan berintensitas tinggi.
“Kondisi geografis Kota Malang sangat berpengaruh terhadap potensi luapan air, terutama aliran Sungai Brantas yang menerima limpahan dari Kota Batu, serta Sungai Amprong di wilayah Kedungkandang yang menjadi jalur air dari Tumpang dan Poncokusumo,” jelasnya.
Kombes Pol Nanang menegaskan, sinergi antar unsur di tingkat kelurahan menjadi kekuatan utama dalam respons cepat bencana. Keberadaan Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Linmas dinilai mampu mempercepat penanganan hingga ke lingkup terkecil.
Lebih lanjut, Kapolresta menyebutkan bahwa seluruh personel Polri yang bertugas di Posko Tanggap Bencana merupakan anggota yang pernah berdinas di Korps Brimob Polri dan memiliki keahlian Search and Rescue (SAR).
“Seluruh personel yang bertugas adalah anggota yang memiliki kemampuan SAR dan penyelamatan, sehingga dapat bergerak cepat dan tepat saat terjadi bencana,” tegasnya.
Posko akan dioperasikan dalam tiga shift, masing-masing selama delapan jam, dengan kekuatan delapan personel di setiap shift. Tim yang disiagakan merupakan tenaga terlatih dalam evakuasi, pertolongan pertama, serta penanganan situasi darurat.
“Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan seluruh jajaran siap bergerak kapan pun dibutuhkan,” ujarnya.
Kapolresta Malang Kota juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan potensi bencana melalui Layanan Cepat Polri 110 atau Jogo Malang Presisi di nomor 0811-1272-000.
Kesiapsiagaan ini terus diperkuat melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor, terutama dalam menghadapi momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, demi keselamatan dan keamanan masyarakat Kota Malang.
(Asni)