Makna Tersirat Kota Prabumulih
Gajah Belago Dengan Gajah,Semut Bediri Ditengah Tengah
Prabumulih,- Drama H Arlan, Walkot Prabumulih terus berlanjut. Kemendagri sampai partai yang melahirkan ” Pak Boss ” turun tangan.

Bermula sederhana dari insiden pencopotan KS dan sekuritinya terus menjadi trending publik.
Jangan coba-coba memandang rendah dan menyelipkan kesombongan sekecil apapun dihatimu
Karena tidak ada kekuasaan yang kebal dari murka rakyat ketika mereka menyentuh esensi terbalik antara Sang Gajah Dan Semut Merah.
Itulah tragedi Prabumulih yang kini jadi bahan tertawaan atau DAGELAN BIROKRASI pahit di seluruh negeri.
Sementara Pak Boss tentu tak mau dicap arogan. Ia buru-buru membantah, “Bukan karena anak saya.”
Namun hukum psikologi publik bekerja terbalik, semakin keras bantahan, semakin keras pula kecurigaan. Sama seperti orang bilang, “Saya tidak marah,” padahal wajah sudah merah padam seperti kepiting rebus.
Kemendagri pun tak tinggal diam. Inspektorat Jenderal memanggil Wali Kota, Kepala Sekolah, dan pejabat lain untuk klarifikasi. Dalam bahasa birokrasi, itu disebut “pemeriksaan.”
Sebuah tinjauan psikologi klasik,Penguasa yang tersinggung oleh hal kecil akan merespons berlebihan demi menjaga wibawa.
Bukan berarti publik menyimpulkan bahwa ” Pak Boss ” gagal dalam Psikologi sebagai pejabat publik namun setidaknya Pak Boss belum mengenal Sigmund Freud yang telah mengajarkan psikologi sebagai Kapita Selekta Menuju perubahan dan peradaban
Salam Sejawat
Forum Komunikasi Aktifis Dan Antar Lembaga Media Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan
marsidisecacc@gmail.com
