PALI, Sumsel – Federasi Olahraga Domino Nasional cabang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sukses menggelar Kejuaraan Orado Tingkat Daerah, Minggu (15/2/2026). Turnamen ini menjadi tonggak sejarah sebagai kegiatan perdana Orado di Bumi Serepat Serasan sekaligus menandai dimulainya pembinaan olahraga domino secara terorganisir di daerah.

Ketua panitia, Nopran Saputra, mengungkapkan rasa syukur atas tingginya antusiasme peserta. Meski baru pertama kali dilaksanakan, kejuaraan ini diikuti oleh 24 tim dari berbagai wilayah di Kabupaten PALI.

“Ini kegiatan pertama, Alhamdulillah diikuti 24 tim. Ini bukti bahwa olahraga gaplek sangat diminati masyarakat,” ujarnya.
Awal Perjalanan Orado di PALI

Ketua Orado PALI, Safrie, menyampaikan bahwa kejuaraan ini merupakan langkah awal perjalanan organisasi di tingkat daerah. Ia menjelaskan, Orado merupakan organisasi baru yang terbentuk secara nasional pada 7 Januari 2026 dan dilanjutkan dengan pelantikan Orado Sumatera Selatan pada 24 Januari 2026.

Menurutnya, kejuaraan ini bukan sekadar turnamen, tetapi momentum memperkenalkan Orado sebagai wadah resmi bagi pecinta olahraga domino atau gaplek agar berkembang secara profesional.

Safrie juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan, termasuk Kapolres PALI yang diwakili Kapolsek Talang Ubi serta Dewan Pembina Orado PALI yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kejuaraan ini menjadi bukti bahwa permainan gaplek tidak lagi hanya sebagai hiburan santai, tetapi mulai diarahkan menjadi olahraga prestasi melalui pembinaan yang terstruktur.

Ajang Pembinaan Atlet Domino Daerah
Selanjutnya, Technical Delegated (TD) Pengurus Provinsi Orado Sumatera Selatan, Ridho Kurniansyah, menjelaskan bahwa Kejuaraan Cabang (Kejurcab) ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan atlet domino untuk menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

“Sebenarnya rangkaian giat kejuaraan ini untuk melatih dan mempersiapkan para atlet domino, yang nantinya akan turut serta pada kejuaraan dari tingkat daerah hingga nasional,” ungkapnya.

Ridho menegaskan, Orado tidak hanya mencari pemain domino, tetapi juga menggali bakat calon atlet yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Oleh karena itu, seluruh peserta diwajibkan mematuhi ketentuan dan peraturan sesuai The Law of Domino 101 ORADO sebagai standar pembinaan atlet.

Ia berharap pengurus cabang dan panitia pelaksana dapat menjalankan kejuaraan sesuai aturan agar Kejurcab benar-benar menjadi wadah pelatihan atlet daerah.
Harapan Dukungan Pemerintah dan Masyarakat

Dalam upaya meningkatkan prestasi dan sportivitas olahraga domino di tanah air, pihaknya juga mengharapkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten PALI, masyarakat, sponsor, serta insan media agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut.

“Semoga ajang ini berjalan sukses, menjunjung tinggi sportivitas, serta mampu melahirkan atlet-atlet berkualitas yang dapat mengharumkan nama daerah maupun bangsa,” tutupnya.

Kejurcab Orado PALI turut dihadiri Henri Kurnia Adhi atau yang akrab disapa Jhon LBF selaku Ketua Bidang Humas PB Orado, serta Adri Koesdyanto sebagai Ketua Dewan Pembina Orado Sumatera Selatan bersama rombongan pengurus besar dan pengurus provinsi.

Sekedar informasi Orado adalah singkatan dari Organisasi Olahraga Domino, yaitu wadah resmi yang dibentuk untuk menaungi, mengatur, dan mengembangkan olahraga domino (sering dikenal sebagai gaplek) agar tidak hanya menjadi permainan hiburan, tetapi juga menjadi olahraga prestasi yang terorganisir. (Df)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page