Festivel Seni Budaya Yang Digelar Di Karang Asam Tanjung Enim Tidak Menghargai Musisi dan Media Daerah Muara Enim

Muara Enim – Kegiatan yang diselenggarakan di Karang Asam sangat menyakitkan bagi musisi dan Media lokal, padahal kegiatan ini dibantu dana APBD dan perusahaan yang ada di Tanjung Enim.

Dalam pantauan awak media, satupun tidak ada yang tampil di panggung dalam kegiatan diselenggarakan di Karang Asam sejak di mulai sampai acara puncak malam ini tanggal 06 September 2025.

Bahkan panitia penyelenggara mengundang group band (Payung Teduh) dan artis dari jakarta juga berkolaborasi media dari jakarta dan luar daerah.

Menurut informasi bahwa kegiatan ini juga dibiayai masyarakat Karang Asam dengan cara meminta sumbangan dan dana dari APPD serta perusahaan namun masyarakat juga harus mengeluarkan kocek perorangnya sebesar Rp. 25.000,-.

Tentu hal ini membuat kekecewaan baik musisi maupun media yang ada di Muara Enim, hal ini membuat bertanya tanya, apakah kegiatan ini untuk hiburan rakyat atau ajang mencari keuntungan pengelola.

Ditambahkan salah satu awak media, pada acara pembukaan ingin mewawancarai ketua penyelenggara, namun ketuany merasa enggan menemui awak media, dan bahkan berlari ketika untuk dimintai keterangan dalam festivel Karang Asam ini.

Sementara diungkapkan salah satu musisi yang merasa kecewa Johan Tanjung, fastival Karang Asam yang tidak beradab, tidak menghargai dan memperdulikan media lokal serta musisi lokal Kabupaten Muara Enim di tengah hingar bingar suara musik di fastipal.

“dengan tiket begitu mahal untuk masyarakat Tanjung Enim dan sekitarnya, padahal masyarakat sudah berkontribusi dalam ajang fastival, tetapi tidak adanya kepedulian panitia dan masyarakat terutama di Karang Asam sebagai lokasi penyenggaraan fastival yang berlangsung karena harus membayar,” ucap Johan Tanjung.

Lanjutnya, saya sebagai salah satu musisi lokal yang sudah ke mana mana dan sudah pentas bernyanyi di pendopo, Kab Muara Enim, gedung DPRD Muara Enim, Kota Pagar Alam, Lahat dan di Kantor Gubernur serta Benteng Koto Besak Palembang.

“Dengan diselenggarakan festivel ini sangat merasa kecewa, seharusnya walaupun bukan saya masih banyak lagi musisi dan penyanyi Daerah Muara Enim dan Kabupaten Muara Enim, minimal ada penawaran sebagai bentuk penghargaan baik musisi lokal Tanjung Enim dan media setempat,” jelas Johan Tanjung. (Tim)

By Umar

One thought on “Festivel Seni Budaya Yang Digelar Di Karang Asam Tanjung Enim Tidak Menghargai Musisi dan Media Daerah Muara Enim”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page