DIDUGA ADA KETERLIBATAN OKNUM POLRES MUARA ENIM DAN OKNUM TNI DALAM PRAKTEK PENAMBANGAN ILEGAL BATU BARA DI KABUPATEN MUARA ENIM SEHINGGA SULIT DI BERANTAS DAN DI HENTIKAN
Muara Enim – Setelah tim investigasi lapangan berputar di seluruh wilayah Kabupaten Muara Enim dimana tempat berlangsungnya pertambangan ilegal di antara Desa Keban Agung Desa Darmo, Pulau Panggung, Penyandingan dan Desa Tanjung Agung serta Desa Matas.

Dari hasil investigasi tim masih banyak masyarakat yang melakukan penambangan ilegal dan lebih parah lagi yang melakukan penambangan ilegal tersebut kebanyakan bukan warga sekitar melainkan masyarakat pendatang dari luar daerah, karena ada dugaan kedekatan dengan aparat penegak hukum dan semenjak pasca penutupan tambang ilegal tahun 2024 tetapi masyarakat dan penegak hukum diam dan sekali sekali bergerak melakukan penangkapan ataupun pengecekan, tapi diduga kuat setelah koordinasi dengan penegak hukum, maka mereka dilepas dan aparat penegak hukum pun diam.
Hal tersebut diungkapkan salah satu Ketua Umum LSM Komando Satu Nasional Johan “jika masyarakat yang tertangkap tak dikenal atau masyarakat biasa tanpa ada hubungan sama sekali dengan oknum polisi atau oknum TNI, maka masyarakat akan menemukan kesulitan untuk pembebasan dengan alasan macam macam, ada target ada pesanan dan macam macam maka dari itu kami menduga adanya kerja sama oknum dari polres muara enim dan TNI dengan pelaku pelaku tambang ilegal yang berada di seputaran desa keban agung dan desa darmo,” terang Johan.
Kemudian dirinya berharap, seandanya adanya campur tangan dari pemerintah dalam hal yang menyangkut penambang ilegal kabupaten muara Enim seandainya pemerintah kabupaten ikut berperan untuk mencarikan solusi untuk bisa menjadi legal dan resmi, tentu akan menambah pendapatan asli daerah sebagai penghasilan baru untuk dari MIGAS DAN BATU BARA karena Kabupaten Muara Enim merupakan salah satu kabupaten yang kaya dan penghasil batu bara dan migas terbesar untuk wilayah sumatera selatan.
Namun, sangat disayangkan aparat penegak hukum seakan menutup mata tidak peduli dengan kondisi yang ada disekitar lingkungan tersebut, padahal diduga ada indikas permainan dari penambang dengan oknum aparat penegak hukum, dan inilah yang terjadi hukum di Indonesia berlaku diduga tajam kebawah tumpul keatas.
Seandainya sumber daya alam dikelola dengan baik secara profesional, maka masyarakat Kabupaten Muara Enim akan merasakan kesejahteraan karena salah satu penyebab dari akar masalah adalah prakaktek tambang ilegal, walaupun sudah diberantas, tapi masih ada yang bermain, ada apa kira kira dengan aparat hukum ?
Ketika dikonfirmasi dengan Humas Polres Muara Enim dan anggota Intelkam Polres Muara Enim dan tidak direspon, sampai berita ini diterbitkan belam ada jawaban. (Tim).
