PALI, Sumsel – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 terasa begitu hidup di Kampung Durian, yang terletak di jalan Lingkar Talang Nanas- Polres PALI, Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Keceriaan anak-anak memancar jelas ketika mereka mengikuti beragam perlombaan khas tujuh belasan yang digelar di lingkungan setempat.
Sorak sorai warga menambah meriah suasana saat anak-anak berkompetisi dalam lomba tersebut.
Senyum polos mereka seolah menggambarkan betapa semangat kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan upacara khidmat, tetapi juga lewat tawa dan kebersamaan, yang merupakan simbol kebersamaan yang diwariskan sejak zaman perjuangan.
Gema kemerdekaan itu tak sekadar berkumandang di ruang sidang dan mimbar besar, melainkan hidup dalam senyum anak negeri yang berlari tanpa kenal lelah.
Salah seorang warga setempat, menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar sebagai wujud syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus menumbuhkan rasa persaudaraan antar warga.
“Kami ingin anak-anak sejak dini merasakan arti kebersamaan, gotong royong, dan semangat juang, meski dalam bentuk permainan sederhana,” ujarnya.
Tak hanya anak-anak, orang tua dan masyarakat sekitar pun turut hadir memberi dukungan, menciptakan suasana penuh kekeluargaan. Gema kemerdekaan pun benar-benar terasa, mempersatukan seluruh lapisan masyarakat Kampung Durian dalam satu semangat: mengisi kemerdekaan dengan kebahagiaan dan kebersamaan.
Bagi warga setempat, lomba ini adalah cara sederhana namun penuh makna untuk menjaga nilai kebersamaan.
“Semangat anak-anak adalah semangat kita semua, mengingatkan bahwa kemerdekaan ini harus terus diisi dengan persatuan dan kegembiraan,” ujar salah satu warga yang memimpin jalannya perlombaan.
Di bawah langit Agustus yang cerah, anak-anak Kampung Durian telah memberi pelajaran: kemerdekaan adalah tentang tawa, persaudaraan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. (red).
