PALI – Jalur yang menjadi nadi kehidupan masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tepatnya di jalur dua arah menuju Simpang Lima yang merupakan ikon Kabupaten PALI, mengalami kerusakan cukup serius. Hingga hampir satu minggu terakhir, terlihat lubang menganga di badan jalan yang membuat warga dan pengendara khawatir.
Lubang yang awalnya berukuran kecil tersebut terus melebar setiap kali hujan turun. Kondisi ini diduga terjadi akibat tergerusnya tanah di atas gorong-gorong yang berada di jalur dua tersebut. Selain itu, di pangkal gorong-gorong belum terdapat tembok penahan, sehingga aliran air saat hujan dengan mudah mengikis tanah di sekitarnya.
Muklis, salah satu warga setempat, mengatakan bahwa masyarakat sebenarnya sudah beberapa kali melaporkan kondisi tersebut kepada pihak lurah maupun dinas terkait agar segera dibuatkan tembok penahan di pangkal gorong-gorong.
“Debit air yang cukup deras selalu berkumpul tepat di atas gorong-gorong itu. Air hujan dari arah Simpang Lima, Talang Nanas hingga Pelita semuanya mengalir dan jatuhnya ke titik itu,” jelas Muklis.
Menurutnya, jika tidak segera diperbaiki, lubang tersebut dikhawatirkan akan terus melebar. Apalagi dalam beberapa hari terakhir intensitas hujan cukup tinggi.
Selain itu, warga juga mengkhawatirkan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari. Pasalnya, di sepanjang jalur tersebut minim penerangan jalan, sehingga rawan terjadi kecelakaan.
“Kami khawatir saat malam hari, karena banyak anak-anak dan warga yang melintas. Lampu jalan juga tidak ada, jadi rawan sekali kecelakaan. Apalagi sekarang ada lubang yang semakin besar,” tambahnya.
Muklis juga menjelaskan bahwa saat ini hanya terdapat satu lampu penerangan tenaga surya di lokasi tersebut. Lampu itu merupakan bantuan aspirasi dari anggota dewan Romi Suryadi, meskipun sebenarnya bukan diperuntukkan sebagai penerangan utama jalan.
“Lampu itu bantuan dari Pak Dewan Romi Suryadi melalui aspirasi beliau. Walaupun hanya satu lampu solar cell dan belum cukup menerangi jalan, tapi kami sangat bersyukur karena sebelumnya sering terjadi kecelakaan di jalur ini,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera turun tangan memperbaiki kerusakan jalan tersebut serta menambah penerangan jalan. Hal ini dinilai penting demi keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintas di jalur yang menjadi urat nadi transportasi Kabupaten PALI tersebut. (ABD).
