Akibat Keterlambatan Suplai BBM Jenis Pertalite dan Pertamax Yang Tdak Kunjung Tiba, Maka Terjadi Antrean Panjang di Pengecer

Muara Enim – Sungguh sangat miris satu kabupaten yang katanya kaya akan sumber alam, namun di Kabupaten Muara Enim, salah satu adalah penyuplai batubara dan minyak terbesar di Provinsi Sumatera Selatan, tapi sangat di sayangkan, Kabupaten ini sangat susah masyarakatnya sebagai penghasil batu bara yang terbesar, tapi listrik yang bahan bakarnya dari batu bara, namun listrik sering mati.

Kejadian seperti sudah hampir 2 minggu ini, suplai BBM ke Kabupaten Muara Enim sangat susah sekali setiap SPBU kosong dan menunggu suplai dari pihak pertamina, yang lebih menyakitkan lagi di SPBU Tanjung Enim kosong, akan tetapi para pengecer banyak menerima suplai di karenakan yang ada BBM jenis pertalite dan Pertamax cuma pengecer maka masyarakat mau tidak mau para pengecer memasang tarif harga minyak sebesar 25000 / liter.

Ketika awak media melintas di jalan Desa Tegal Rejo Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim, melihat ratusan pengendara sepeda motor sedang mengantre untuk mengisi BBM di pertamini bagaikan di SPBU, bayangkan saja dengan kejadian seperti ini, kalau hal ini terjadi setiap bulan kedepan makin bertambah kesengsaraan masyarakat Kabupaten Muara Enim, khususnya di Tanjung Enim.

Belum disisi lain, seperti pencari kerja juga sangat susah sekali, karena mereka yang mau bekerja harus membayar sejumlah uang untuk masuk ke perusahaan, ditambah lagi dengan kelangkaan BBM di Tanjung Enim, bagaimana pedihnya jeritan masyarakat.

Untuk itu dengan berbagai penomena yang terjadi saat ini, diharapkan kepada pemegang kekuasaan, minta tolong kepada instansi terkait yang menangani masalah tersebut, sebagai pemegang kepentingan atau instansi terkait agar dapat mengondisikan kepentingan masyarakat terkait BBM saat ini sangat langka sekali, supaya dinas terkait dapat bertanggung jawab dengan hal ini. (Jahan Tanjung)

By Umar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page