Sumenep — Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai tradisi tahunan, tetapi juga sebagai momentum penting untuk memperkuat silaturahmi dan persatuan bangsa.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua TPHD FSKN Kraton Kasultanan Sumenep, RB. M. Chairil Anwar Gondodiwiryo, yang menegaskan bahwa makna Lebaran harus dipahami secara lebih mendalam.

Menurutnya, Idulfitri merupakan waktu untuk kembali ke fitrah setelah menjalani ibadah puasa Ramadan, sekaligus menjadi ajang memperbaiki hubungan antarsesama manusia.

“Lebaran bukan hanya perayaan seremonial, tetapi menjadi momen refleksi diri untuk kembali kepada kesucian hati serta mempererat tali silaturahmi,” ujarnya.

Sebagai Ketua TPHD dalam lingkup Forum Silaturahmi Kraton Nusantara, ia menekankan bahwa keberadaan FSKN tidak hanya berperan dalam pelestarian budaya, tetapi juga harus mampu membawa nilai manfaat nyata bagi masyarakat, serta keberadaan Kraton sekarang sebagai simbol budaya bukan lagi sebagai simbol kekuasaan seperti jaman dulu,

“FSKN harus hadir dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, baik melalui kegiatan sosial, pelestarian budaya, maupun penguatan nilai-nilai kebersamaan,” tegasnya.

Menurutnya, Forum Silaturahmi Kraton Nusantara memiliki peran strategis sebagai jembatan antara kraton dan masyarakat, sehingga nilai-nilai luhur budaya tidak hanya dijaga, tetapi juga dapat memberikan kontribusi positif dalam kehidupan sosial.
Hal senada disampaikan juga oleh Sekretaris TPHD Kraton Kasultanan Sumenep, K.R.Arya Mohammad Rusli Suryoprojo,
“Idul Fitri adalah kemantapan hati dan eratnya tali silaturahmi,” ungkapnya.
Dan adapun perbedaan Hari Lebaran yang terjadi dalam hal ini tidak serta merta dijadikan sebagai sebuah perpecahan diantara Umat. Perbedaan pandangan tidak lantas mengurangi rasa senang, apalagi memutus hubungan persaudaraan. Justru, perbedaan ini menjadi pengingat bahwa keberagaman adalah khazanah yang harus dijaga.
“Perbedaan baiknya dijadikan sebagai saling mengisi, bukan dijadikan saling melemahkan,” lanjutnya.
“Alangkah baik dan elok jika dijadikan saling menguatkan dan tambah menjaga dalam Silaturahmi diantara sesama,” pungkasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Idulfitri 1447 H sebagai titik awal memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga toleransi di tengah dinamika kehidupan modern.

Dengan demikian, Lebaran tidak hanya menjadi hari kemenangan secara spiritual, tetapi juga menjadi momentum bagi Forum Silaturahmi Kraton Nusantara untuk terus berperan aktif dalam memberikan manfaat dan memperkuat persatuan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page