OKU Perkuat Ekonomi Rakyat,
Salurkan Bantuan Modal Usaha
untuk 80 KPM
Baturaja Sumsel Seputar negeri.id
Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) serius dalam upaya penguatan ekonomi produktif masyarakat. Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah, secara simbolis menyerahkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada 80 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Aula Kantor Camat Baturaja Timur, pada Rabu (8/10/25).
Bantuan berupa modal usaha stimulan ini merupakan bagian dari program Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, yang bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Harapan Bupati: Bantuan Sebagai ‘Pancing’ Bukan ‘Ikan’
Dalam sambutannya, Bupati Teddy Meilwansyah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumsel. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten OKU, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sumsel dan Dinas Sosial Provinsi yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat OKU,” ujarnya.
Bupati menegaskan bahwa bantuan ini bersifat stimulan dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ia mengibaratkan bantuan tersebut sebagai “pancing, bukan ikan,” yang berarti penerima diharapkan dapat mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan, bukan sekadar menghabiskan modal awal.
Gunakan bantuan ini sebaik mungkin. Akan ada evaluasi setiap tiga bulan. Jangan sampai umpannya habis tapi ikannya tak didapat,” imbuhnya, memberikan penekanan pada pentingnya pertanggungjawaban dan keberlanjutan usaha.
Lebih lanjut, Bupati Teddy mengungkapkan komitmen Pemerintah Kabupaten OKU untuk terus memberdayakan UMKM lokal. Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah melibatkan para pelaku UMKM, terutama penerima bantuan, dalam berbagai kegiatan rutin pemerintahan.
“Kita punya kegiatan rutin seperti senam sehat setiap Jumat. UMKM bisa kita undang untuk menyediakan makanan di lokasi kegiatan, dan nanti akan kita beli. Dengan begitu, usaha mereka tetap hidup, minimal seminggu sekali ada penghasilan,” jelasnya.
Selain itu, Bupati juga meminta Dinas Sosial OKU untuk menganggarkan bantuan serupa melalui APBD pada tahun depan, agar jangkauan program ini dapat diperluas dan lebih banyak pelaku UMKM lokal yang bisa terbantu.
Kepala Bidang Penanganan Kemiskinan Dinsos Provinsi Sumsel, Icoro Nakagawa, menjelaskan bahwa program bantuan UEP ini sudah berjalan sejak tahun 2019 dan telah menjangkau sekitar 500 KPM di OKU.
“Setiap tahun kami menyalurkan bantuan ini, dan tahun ini ada 80 KPM yang menerima,” kata Icoro. Ia juga mengapresiasi langkah Pemkab OKU yang berencana menganggarkan bantuan serupa dari APBD. “Bantuan provinsi terbatas dan harus dibagi ke 17 kabupaten/kota di Sumsel,” tambahnya.
Kolaborasi yang baik antara pemerintah provinsi dan kabupaten ini diharapkan dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan UMKM yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan di seluruh Kabupaten OKU.
Hen SPT
