Kembali Terjadi Lakalantas di Karang Asam, Kendaraan Angkuran Batubara Tabrak Motor

Muara Enim – Kini kembali terjadi kecelakaan laluluntas Kendaraan angkutan batubara menabrak pengendara sepeda motor hari ini di Karang Asam Kelurahan Tanjung Enim Selatan Kecamatan Lawang Kidul Kebupaten Muara Enim, Jumat (27/06/25).

Kejadian seperti ini sudah sering terjadi, bukan hari ini saja dan bahkan korban nyawapun sudah tidak terbilang lagi, namun apa yang harus dikata, sudah dari dulu angkutan barabara melewati jalan negara lintas sumatera.

Sungguh miris sekali dengan kondisi kendaraan angkutan batubara saat ini yang tidak lagi mengikuti kesepakatan di kantor bupati muara enim, bahwa kendaraan batubara kosongan pukul 11.00 dan krndaraan batubara isi pukul 21.00 wib.

Hal ini akibat dari maraknya aktivitas angkutan batu bara di Tanjung Enim yang tidak lagi mengikuti aturan dan memikirkan pengguna jalan, akibat yang di timbukan oleh maraknya lalu lalang angkutan batu bara dari pemegang 4 IUP sejalur (PT. WSL, MME, BAS dan DBU) sering terjadi kemacetan sehingga bagi pengguna jalan jadi terhambat.

Hal tersebut dikatakan Johan Tanjubg “Dimana 4 IUP sejalur adalah 4 pemeggang IUP di Kabupaten Muara Enim, di antaranya PT WSL PT. DBU, PT BAS dan PT MME dengan kenderaaan anggkutan 4 IUP sejlur menuju PT Servo Kabupaten Lahat dan mengakibatkan jalan rusak dan berlobang sehigga rawan menyebabkan kecelakaan, terhambatnya masyarakat yang akan berpergian, baik pengendara roda 4 atau pun roda 2,”ungkapa Johan Tanjung salah satu masyarakat yang sangat antusias dsn peduli dalam memikirkan masyarakat dalam hal urusan jalan.

Lanjutnya, sebetunya terjadinya kerusakan jalan Provinsi yang berada di Tanjung Enim sudah lama terjadi dan masyarakat sudah resah dengan keadaan jalan yang rusak dan berlobang serta dipaksakan oleh angkutan batu bara yang melebehi kapasitas jalan dan dengan jalan yang sudah parah, maka angkutan memilih jalan yang belum rusak. Hal ini banyak mengakibatkan kecelakaan lalu linptas di Tanjung Enim akibat kenderaaan holing batu bara,” ungkap saudara Johan Tanjung kami temui dikediamannya. (Mumar)

By Umar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page