Pemkab. Muara Enim Gelar Ketahanan Pangan Murah dan Operasi Pasar Murah Dalam Menekan Inflasi

Muara Enim – Pemerintah Kabupaten Muara Enim menggelar Ketahanan Murah berkolarasi Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Holtikultura, dsn Peternakan, Disperindag serta Dinas Perikanan Ksbupaten Muara Enim di Desa Tegal Rejo Kecamatan Lawang Kudul Ksbupaten Muara Enim, Selasa (17/06/25).

Hadir dalam acara ini, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Eko Hermain, Kadin Ketahanan Pangan Samsiah Kabupaten Muara Enim Ketua KTNI Yusnandar, Camat Lawang Kidul Edi Susanto, Kepala Desa Tegal Rejo diwakili Sekdes Inka Pratiwi dan perangkat, Ketua KWT, Babinsa.

Dikatakan Eko Hermain Staf Ahli Pemkab. Muara Enim, hal ini merupakan Program Pemkab. Muara Enim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang kurang mampu, khususnya hari ini di Desa Tegal Rejo dan juga desa/kekurahan yang ada di Kabupaten Muara Enim.

“Ini merupakan upaya memberikan kemudahan masyarakat yang kurang mampu dengan tujuan untuk menekan inflansi, dimana saat ini masyarakat sangat membutuhkannya guna mendapatkan sembako murah yang harganya dapat dijangkau masyarakat ekonomi lemah, karena harga yang dijual dengan masyarakat dibawah harga yang dijual dipasar-pasar,”ucap Eko.

Sementara disampaikan Kadin Ketahanan Pangan Kabupaten Muara Enim Samsiah, sebanyak 256 desa dan kelurahan akan dilakukan operasi ketahan pangan murah dan operasi pasar murah.

Terkait dengan kegiatan yang dilaksanakan di Desa Tegal Rejo sebanyak 13 komoditi yang dijual, ada yang beupa paket seharga Rp. 50.000/paket, sedangkan beras dalam kemasan 5 kilo gram dengan harga Rp. 65.000,-.

“Kalau dijual dipasar 1 paket jika dirinci seharga Rp. 51.000,- sedangkan harga beras Rp. 80.000 ,- dalam kemasan 1 kampil 5 kilogram, jadi masyraakat sudah mendapatkan subsudi dari pemerintah” jelas Kadin.

Kadin juga memberikan apresiasi terhadap aktivitas yang dilaksanakan Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Tegal Rejo yang begitu membanggakan dengan kerjasama yang kompak untuk mendukung program ketahanan pangan.

Kemudian diungkapkan Camat Lawang Kidul Edi Susanto, terkait kegiatan KWT yang dilakukan saat ini sangat apresiasi, karena dengan lahan sempit bisa dimanfaatkan untuk memenuhi terutama kebutuhan anggota dan masyasakat.

“Hal seperti ini harus disupport untuk memberikan semangat guna lebih meningkatkan lagi produksinya untuk memenuhi kebutuhan warga dan mendukung ketahanan pangan nasional,” tegas camat.

Juga disampaikan Ketua KWT Desa Tegal Rejo, dengan dukungan anggota yang sangat bersemangat sehingga memberikan motivasi, sampai saat ini tetap eksis juga menjadi contoh (pilot projeck)

“KWT ini sudah mandiri dan sering mendapatkan penghargaan dari pemerintah, lahan yang berukuran 6,5 meter x 8 meter dapat bermacam macam komiditi yang dilakukan,” ungkapnya (mumar)

By Umar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page