Soroti Pekerjaan Jalan Yang Lambat, LSM Komando Satu Nasional Pertanyakan Aliran Dana Penjualan Aspal Bongkaran Aset Negara
Tanjung Enim, 4 September 2026 – Lembaga Sosial Masyarakat LSM Komando S8atu Nasional secara resmi melayangkan sorotan tajam terhadap pekerjaan proyek jalan yang membentang di Kabupaten Muara Enim, proyek infrastruktur tersebut di nilai lambat dan sariat indikasi penyimpangan anggaran yang merugikan negara.
Hasil investigasi tim lapangan LSM Komando Satu Nasional di jalur penghubung antar kabupaten menemukan, bahwa sisa bongkaran aspal (reclaimed asphalt pavement) yang seharusnya bisa sebagian di olah dan untuk gunakan lagi sebagai campuran matrial yang sempurna di duga kuat di jual oleh kontraktor pelaksana.
Ketua Umum LSM menegaskan bahwa matrial sisa bongkaran aspal tersebut merupakan aset negara yang memiliki nilai ekonomis, dan kami menduga matrial bongkaran ini di jual secara bebas dengan harga berkisar Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah) per truck ps, ini adalah aset negara dan daerah, pertanyaan besar siapakah yang memberikan izin dan bertanggung jawab atas penjualan ini, kemana dana tersebut dialirkan karena ini aset negara,” tegasnya.
Selain komersialisasi tanpa izin, LSM Komando Satu Nasional juga mengecam keras lambatnya pekerjaan di sepanjang jalur Muara Enim, pola pengerjaan dinilai mengabaikan pengamanan dan keselamatan publik, jalan yang sudah di bersihkan dari sisa aspal di biarkan terlantar ber minggu minggu, bahkan berbulan bulan lamanya yang mengakibatkan arus lalulintas terganggu.
Menyikapi situasi yang merugikan masyarakat, LSM Komando Satu Nasional meminta tindakkan tegas dari dinas pekerjaan umum dan tata ruang (PUPR) setempat selaku pengawas proyek serta menuntut sanksi berat bagi kontraktor pelaksana yang nakal.
Jika pihak dinas terkait dan kontraktor tidak memberikan klarifikasi mengenai status aspal bongkaran tersebut, maka LSM Komando Satu Nasional akan secara resmi membuat laporan ke Aparat Penegak Hukum (APH) atas penggelapan aset Negara.
